Berita Sungai Penuh

Konflik Harimau di Sungai Penuh Masih Terjadi, Tim BKSDA dan TNKS Tambah Kandang Jebak

Konflik Harimau dengan masyarakat di wilayah Renah Kayu Embun (RKE) Sungai Penuh masih terjadi.

Penulis: Herupitra | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI/HO/IRZAL AZHAR
Harimau Sumatera sebelum dilepasliarkan di TNKS, beberapa waktu lalu. Warga menemukan jejak harimau di ladang, di Sungaipenuh, Provinsi Jambi, dan diduga harimau masih berkeliran di sana hingga Selasa (28/6/2022) 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Konflik harimau dengan masyarakat di wilayah Renah Kayu Embun (RKE) Sungai Penuh masih terjadi.

Dua ekor Harimau yang diduga berkeliaran di perladangan warga belum berhasil diamankan.

Diketahui tim dari BKSDA dan TNKS Kerinci telah turun ke lapangan untuk mengatasi konflik tersebut. Di lokasi tim juga telah memasang kandang jebak sebanyak 2 buah kandang.

Namun upaya petugas mengamankan Harimau tersebut belum membuahkan hasil. Hal itu diakui Kepala Seksi BB TNKS Wilayah I Kerinci, Nurhamidi dihubungi, Selasa (5/7).

"Untuk sementara masih belum berhasil kita tangkap," katanya.

Ia mengungkapkan, bahwa tim akan terus berusaha untuk mengkondisikan Harimau tersebut. Dimana tim akan menambah kandang jebakan untuk Harimau tersebut.

"Hari ini rencana KSDA juga akan pasang kandang jebak lagi," ujarnya tanpa menyebutkan jumlah tambahan kandang jebak yang akan dipasang.

Terpisah masyarakat RKE khusus yang memiliki ladang, sangat berharap konflik setwa dan masyarakat ini cepat berakhir.

"Tolong beri rasa aman pada masyarakat, karena banyak masyarakat yang mengantung hidupnya dari RKE," ungkap Chandra.

Diungkapkannya, bahawa sebelum Citra dan Surya di lepas, masyarakat aman berladang hingga ekonomi mereka berjalan lancar. Namun kini masyarakat ketakutan untuk ke ladang karena sering melihat Harimau.

Merekapun mengaku, mengalami banyak kerugian karena hal itu.

"Seperti hasil panen yang seharusnya di panen tidak di panen. Bahkan lahan yang sudah digarap sekarang sudah mulai semak lahi," sesalnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Tonton Video Pelaku Pernikahan Sesama Jenis di Jambi Gaet Korbannya Via Aplikasi Ini

Baca juga: Reses di Kumpeh, Ivan Wirata Anggota DPRD Provinsi Jambi Minta Masukan dari Masyarakat

Baca juga: Kebakaran di Muaro Jambi, Rumah Warga Pijoan Ludes Dalam Sekejap Akibat Arus Pendek Listrik

Baca juga: Harga Cabai Merah di Tebo Sempat Rp 150 Ribu Per Kilogram, Pedagang Sebut Tebo Tidak Punya Gudang

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved