Berita Kota Jambi

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi Sosialisasi pada Pedagang dan Peternak Terkait PMK

Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi telah melakukan sosialisasi kepada pedagang ataupun peternak terkait PMK

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Teguh Suprayitno
ist
drh. Rospita Pane dan tim saat memeriksa mulut dan kesehatan ternak sapi di tempat salasatu peternak kota jambi 

TRIBUNJAMBI.COM - Jelang hari raya Idul Adha Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi telah melakukan sosialisasi kepada pedagang ataupun peternak terkait dengan penyakit mulut dan kuku (PMK).

Peternak pedagang sapi di Kota Jambi juga telah mengambil langkah antisipasi agar ternak terhindar dari PMK, satu di antaranya Peternak bernama Satiman.

Agar ternak sapi miliknya tidak terjangkit PMK dia langsung meminta arahan dari Dinas Peternakan Kota atau Provinsi untuk mengantisipasi PMK

"Saya selalu minta masukan dan arahan apa yang bisa mengantisipasi PMK dari dinas kesehatan hewan," ujarnya, Selasa (5/7/2022).

Selain itu bagi pengunjung datang untuk melihat dan membeli hewan kurban wajib melapor kepada petugas kandang. bunda kecil kamu yang berkunjung panjang miliknya dipastikan tidak memasuki area sandang kecuali telah memperoleh izin dari pemilik ternak dan petugas dan selanjutnya mengikuti SOP biosecurity pengunjung.

Baca juga: Pangakalan Gas Elpiji 3 Kg di Geragai Tanjabtim Minta Stok di Tambah: Kadang Cukup Kadang Kurang

Baca juga: Pinto Jayanegara Ungkap Sosok Kapolda Jambi yang Smart: Jajarannya Juga Saya Lihat Work Smart

Baca juga: Cecep Sukses Membagun 23 Sumur Wakaf Untuk Pesantren dan Masjid

"Tamu juga sebelum masuk ke lingkungan kandang disemprot desinfektan," katanya.

Untuk menjaga kesehatan ternak sapinya Satiman juga memberikan ramuan yang terdiri dari campuran kunyit, asam, dan gula merah.

Untuk stok ternak kurban tahun ini Satiman telah mempersiapkan cadangan ternak sapi kurban. 

Dia mengatakan ini kali kedua peternak menghadapi cobaan, pertama saat wabah covid dan kedua PMK saat ini.

"Kita sudah mempersiapkan serep tapi tidak kayak jaman-jaman tahun dulu sebelum wabah PMK, ini kedua kalinya peternak dan pedagang menghadapi cobaan pertama kali jaman covid kedua kalinya PMK, semua daerah," ujarnya.

Tingkat penjualan ternak sapi kurban tahun ini menurutnya agak turun tetapi tidak seberapa jika dibandingkan tahun lalu saat covid.

"Tahun ini agak turun tapi tidak seberapa," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved