Berita Kota Jambi

ACT Komitmen Bantu Pemerintah Atasi Stunting di Provinsi Jambi

Aksi Cepat Tanggap (ACT) merupakan organsiasi yang bergerak dibidang kemanusiaan, utamanya terhadap kebencanaan.

Penulis: Danang Noprianto | Editor: Teguh Suprayitno
ist
ACT Komitmen Bantu Pemerintah Atasi Stunting 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Aksi Cepat Tanggap (ACT) merupakan organsiasi yang bergerak dibidang kemanusiaan, utamanya terhadap kebencanaan.

Namun saat tidak terjadi bencana apakah ACT tidak bergerak, seperti di Provinsi Jambi yang presentse bencananya tergolong sedikit.

Menanggapi hal tersebut Ketua ACT Cabang Jambi, Lazwardi menyampaikan ACT saat ini bukan hanya fokus kebencanaan, lebih dari itu ACT juga mempersiapkan generasi-generasi yang tanggap bencana.

"Kami menjalin kemitraan ke sekolah-sekolah, kampus mengajak untuk mitigasi kebencanaan, edukasi tentang bagaimana sikap peduli, bagaimana melahirkan relawan-relawan sebanyak-banyaknya," ungkapnya, Selasa (5/7/2022).

Selain itu juga saat ini ACT melakukan pendampingan, edukasi kepada masyarakat terkait Stunting yang beberapa waktu lalu sudah di launching oleh ACT pusat dengan program gerakan merdeka stunting.

"Dalam hal ini kita memberikan berbagai program untuk mengantisipasi stunting ini, jangan sampai merusak generasi penerus," ujarnya.

Baca juga: Meski Gabung dengan JDT, Peluang Jordi Amat Masuk Skuad Timnas Indonesia Masih Terbuka

Baca juga: Yamaha Rayakan Ulang Tahun, Bangkit Dalam Ikatan Kuat Di Era Baru

Baca juga: Komisi II DPRD Tinjau Lagsung Terkait Limbah PDAM Tirta Pengabuan Tanjabbar

Lazwardi menjelaskan alasan ACT ikut serta membantu pemerintah dalam penanganan stunting, karena prakiraan pemerintah pusat pada tahun 2045 Indonesia bisa maju di 100 tahun kemerdekaan, dan jika andaikan kebencanaan permasalahan kemanusiaan berlaku di tahun 2045 dan generasi hari ini generasi stunting, maka siapa yang mengurusnya, dan disitu ACT mengambil kepentingan.

"Makanya kita ambil program-program terbaik untuk menghentikan stunting," ucapnya.

Ia menjelaskan stunting ini bisa terjadi bagi golongan masyarakat mana saja, baik masyarakat bawah maupun atas, dikarenakan pola hidup, pola makan

"Orang kaya orang miskin bisa terkena stunting, kita coba ajakan edukasi tersebut, kita libatkan komunitas, kita libatkan pihak akademisi, kampus mahasiswa dan lain sebagainya untuk sama-sama, ini bentuk kepedulian kita kepada generasi nanti," jelasnya.

ACT Jambi juga sudah bersilaturahmi dengan BKKBN dan berencana akan ke DLH Provinsi, Dinkes untuk minta data stunting dan berkolaborasi, bersinergi dengan semua elemen.

"InsyaAllah kita bisa menurunkan stunting ini bersama-sama, bisa jadi dari satu program yang mungkin kita coba sumbangkan untuk masyarakat setidaknya itu menjadi bentuk ikhtiar kita untuk menghasilkan generasi yang pola mereka terbentuk dengan kebiasaan baik," tutupnya.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved