Warga 4 Desa di Jangkat Merangin Keluhkan Jalan Rusak Parah, Begini Kondisinya

Warga empat desa di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin keluhkan jalan rusak yang jika hujan bak kubangan kerbau.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
istimewa
Jalan di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin rusak parah. 

 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Warga empat desa di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin keluhkan jalan rusak yang jika hujan bak kubangan kerbau.

Kepala Desa Tanjung Kasri, Ahmad Tito mengatakan bahwa jalan desa di Kecamatan Jangkat yang membutuhkan perbaikan tersebut melewati empat desa. Desa itu yakni Rantau Kermas, Lubuk Mentilin Tanjung Kasri dan Renah Kemumu.

"Jalan rusak di sini untuk empat desa yang rusak parah dan hampir 70 persen kerusakannya, panjangnya sekitar 30 kilo. Di empat desa itu sekitar 2.500 jiwa," katanya melalui sambungan telepon, Sabtu (2/7/2022).

Untuk upaya perbaikan, perwakilan ke empat desa itu telah melakukan  berbagai upaya dengan menyampaikannya mulai dari Bupati, Mashuri, anggota DPRD hingga Gubernur Jambi, Al Haris. Namun hingga saat ini perbaikan jalan tak kunjung dilakukan. 

"Sudah berulang kali kami sampaikan, tapi belum ada respon yang positif. Bahkan langsung ke pak Gubernur, audensi dengan Bupati dihadiri anggota dan ketua DPRD, Kadis PUPR, Sekda, lengkap lah yang hadir dan perwakilan ke empat desa itu," katanya.

Baca juga: Soal Sekda Merangin, Gubernur Jambi Minta Agar Dapat Diselesaikan dengan Kekeluargaan

Sehingga masyarakat empat desa itu dikatakan Tito tidak tahu kepada siapa lagi harus mengadu atas permasalahan tersebut. 

"Kami tidak tahu harus ke siapa lagi harus mengadu, ke Bupati, Sekda, DPRD Merangin, DPRD Dapil Merangin kami sudah berkirim surat. Bahkan sudah ditinjau tapi tidak ada hasil," ungkapnya. 

Masyarakat sangat mengharapkan perbaikan tersebit sebab selain jalan warga sehari hari, itu merupakan jalan utama mengangkut komoditas pertanian selain jalan warga.

Bahkan warga menurutnya tidak mengharapkan jalan tersebut langsung di aspal. Namun pengerasan agar dapat dilalui.

Dia mengungkapkan bahwa pengerasan jalan yang berstruktur lembek itu pernah dilakukan pada tahun 2021 lalu. Pengerasan yang dilakukan hanya menggunakan tanah, sehingga tidak mampu bertahan lama dan kembali melakukan kerusakan. 

"Jangankan untuk pengaspalan, pengerasan pun seperti tidak ikhlas. Pernah pengerasan  tapi pengerasan di jalan berlumpur pakai tanah, kan sama saja dengan tidak," katanya.

Baca juga: Cerita Sugeng, CJH Merangin yang Busnya Kecelakaan di Batanghari

Akibat jalan rusak tersebut terdapat mobil tertahan karena tidak bisa berjalan. Bahkan tertahan dalam empat hari terakhir. 

"Ada mobil sekarang ini nyangkut sudah empat hari tidak bisa bergerak. Mobil itu bawa kentang dan ubi," ungkapnya. 

Dia mengungkapkan bahwa jalan tersebut dibiarkan dua bulan kedepan akan mengakibatkan lumpuh dan desa terisolir. 

Masyarakat empat desa di Serampas tersebut merasa sangat kecewa dan sangat berharap ada perhatian khusus dari petinggi negeri ini. 

"Mohon segera di tindak lanjuti, jika dibiarkan berlarut dalam dua bulan ini akan lumpuh total. Warga sangat berharap ada solusi dan perhatian soal ruas jalan tersebut," tandasnya. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

 

Sumber: Tribun Jambi
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved