Warga Sarolangun Kenang Sungai Batang Tembesi yang Dulu Jernih, Hancur Sejak Ada PETI

Pencemaran Sungai Batang Tembesi akibat penambangan ilegal mulai terjadi sejak tahun 2000an. 

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi.com/Abdullah Usman
Sungai Batang Tembesi Sarolangun. Kualitasi air Sungai Batang Tembesi sudah dalam tahap membahayakan. 

 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pencemaran Sungai Batang Tembesi akibat penambangan ilegal mulai terjadi sejak tahun 2000an. 

Keruh, dan kotor begitulah kondisi Sungai Batang Tembesi yang sempat menjadi kebanggaan warga Kabupaten Sarolangun

Herman, satu dari warga Sarolangun mengatakan, semasa kecil Sungai Batang Tembesi ini sangat jernih dan menjadi sumber penghidupan warga sekitar sungai.

Namun sayang, sejak tahun 2000an keasrian dan kejernihan sungai ini perlahan memudar seiring semakin maraknya aktivitas ilegal yang berada di hulu sungai. 

"Kalo dulu jernih nian sebelum PETI masuk, semenjak PETI ado air tu dak pernah bening lagi. Sehinggo berdampak jugo dengan air PDAM yang sekarang jadi kurang bersih, " ujarnya. 

"Bahkan air PDAM yang sampai ke rumah terkadang masih terlihat kuning," sambungnya. 

Menurut warga, kondisi tersebut kemungkinan  merupakan dampak dari pekatnya lumpur atau tanah limbah PETI di dari hulu sungai.

"Miris, sungai yang harusnya jadi sumber kehidupan bagi masyarakat. Sekarang malah jadi kotor, dan tidak dapat dikonsumsi lagi, " keluhnya. 

Terkait kondisi ini, sebagian besar masyarakat khususnya sarolangun sangat memimpikan sSungai Batang Tembesi ini kembali jernih. (usn) 

Baca juga: Atlet Renang Sarolangun Bersiap Menyongsong Porprov

Baca juga: Disdik Sarolangun Tegaskan PBB Bukan Syarat Utama Dalam PPDB

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved