Berita Nasional
Cara Penanganan Sapi Terkena PMK, Isolasi hingga Pemberian Empon-empon Berbahan Kunyit dan Temulawak
Meningkatnya angka konfirmasi sapi yang terkena PMK tidak lepas dari cepatnya penularan penyakit tersebut. Lantas bagaimana cara penanganan yang tepat
TRIBUNJAMBI.COM - Penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak khususnya sapi makin meluas.
Bahkan beberapa wilayah sudah menutup pasar ternak dan membatasi akses keluar masuk hewan ternak.
Satu wilayah yang menjadi sorotan adalah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Dikutip dari Kompas.com, pada Juni ini ditemukan 5.5-- ekor sapi yang terkena OMK dan 123 ekor di antaranya mati.
Sejak awal Juni, Kabupaten Ponorogo ditetapkan sebagai daerah darurat bencana PMK.
Meningkatnya angka konfirmasi sapi yang terkena PMK tidak lepas dari cepatnya penularan penyakit tersebut.
Lantas bagaimana cara penanganan yang tepat supaya sapi PMK tidak menular ataupun mati ?
Baca juga: Harimau Muncul di Ladang Warga RKE, 7 Anjing Petani Mati Diduga Jadi Mangsa
Baca juga: Komisi IV akan Awasi Pelaksanaan Program Dumisake Gubernur di OPD Mitra Kerjanya
Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan
1. Lakukan Isolasi
Penularan PMK pada ternak seperti sapi cukup cepat, sehingga perlu dilakukan isolasi pada hewan yang dinyatakan suspek atau positif PMK.
Slamet Raharjo, Dosen Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada menuturkan, isolasi merupakan penanganan pertama yang harus dilakukan ketika ditemukan sapi yang suspek maupun positif PMK.
Menurut Slamet, penularan PMK pada hewan ternak bisa melalui udara maupun kontak langsung.
"Ketika di suatu kadang terdeteksi ada satu ternak yang suspek maupun positif, maka semua sapi yang ada di kandang tersebut tidak boleh keluar. Karena dapat menelurkan ke sapi yang lain," kata Slamet kepada Kompas.com, Sabtu (25/6/2022).
2. Meminimalisasi lalu lintas manusia di kandang
PMK tidak menular ke manusia, tapi penyakit ini bisa menular ke sapi dnegan perantara manusia.