Berita Batanghari

Warga Desa Bungku Dorong Pemda Selesaikan Tapal Batas Kabupaten Batanghari-Muarojambi

Camat Bajubang Ichwan mengatakan persoalan tapal batas kabupaten antara Batanghari dan Muarojambi hingga kini belum selesai.

Penulis: A Musawira | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Musawira
Masyarakat Desa Bungku Bajubang ketika menerima sertifikat tanah di Dusun Johor RT 07 Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kab Batanghari. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Camat Bajubang Ichwan mengatakan persoalan tapal batas kabupaten antara Batanghari dan Muarojambi hingga kini belum selesai.

Kedua kabupaten ini saling berbatasan di wilayah Desa Bungku Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari.

Menurut Ichwan, wilayah Desa Bungku sangat luas dengan jumlah penduduk hampir 12 ribu lebih, ia menilai sangat layak untuk dimekarkan.

“Tapi memang ada persoalan teknis yang harus kita maklumkan, insyaAllah itu sedang proses bersama,” katanya saat memberikan kata sambutan saat penyerahan sertifikat tanah di Dusun Johor RT 07 Desa Bungku pada Kamis (9/6/2022).

Diketahui kondisi masyarakat Desa Bungku adalah heterogen. Ada berbagai suku yang hidup di sana termasuk Suku Anak Dalam, Batak, Jawa dan Minang serta berbagai suku bangsa lainnya.

Mereka hidup dan berkembang di wilayah Desa Bungku. Saat ini tingkat perekonomian warga diwilayah ini seyogyanya sudah cukup membaik.

“Mereka hidup dari berkebun yang dulu proses menanam mungkin saat ini sudah menuai hasil namun masih butuh dukungan dan dorongan dari Pemkab Batanghari,” ujarnya.

Camat mengatakan mudah-mudahan kehadiran Bupati Batanghari dalam momen kali ini menunjukan progres penyelesaian, tentunya harapan semua masyarakat terkait pemekaran desa bisa terwujud.

Baca juga: Bahas Perkembangan Proyek Nasional di Jambi, Komisi III Gelar Rapat dengan BPJN Wilayah Jambi

Baca juga: Remaja di Jambi Jadi Mucikari, Pacari Korban Lalu Dijual Lewat MiChat

“Wilayah Desa Bungku ini sangat identik dengan identitas kawasan baik kawasan hutan, HGU, HTE dan sebagainya yang bisa memunculkan konflik sosial yang cukup tinggi. Tentu ini perlu dukungan segenap masyarakat untuk sama-sama punya niat menyelesaikan konflik pertanahan,” ucapnya.

Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief menyebut masalah batas kabupaten masih dalam proses.

Terakhir informasi yang ia terima akan selesai pada penghujung 2021. Namun nyatanya pertengahan 2022 masih saja berproses.

“Kita sudah bertemu bersama Bupati Muarojambi di Kemendagri kala itu. Kita masih menunggu nih keputusan yang ada, dari keputusan itu akan kita siapkan pemekaran desa. Kalau kita berhasil memekarkan Desa Bungku dan Panerokan maka tidak lama lagi Bajubang ini harus nambah kecamatan,”

“Desa Bungku ini sangat luas, Desa Penerokan juga begitu luas tidak sanggup seorang camat. Sebelum memekarkan kecamatan, desa terlebih dahulu harus dimekarkan karena membentuk kecamatan harus ada 10 desa,” pungkasnya. (Tribunjambi.com/Musa Wira)

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Loker Jambi 10 Juni 2022 untuk Lulusan SMA

Baca juga: Apel Siaga Darurat Karhutla Resmi Dibuka, Gubernur: Lebih 700 Titik Hotspot di Jambi

Baca juga: Warga Batanghari Protes Terkait Waktu Operasional Truk Batu Bara, Ini Respon Fadhil Arief

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved