Berita Tebo

Kejadian Luar Biasa Demam Berdarah Dengue di Tebo, Ini Tanggapan Pj Bupati Aspan

Dikatakan Aspan, ternyata di Kabupaten Tebo ini ada 45 orang yang terserang DBD, bahkan satu meninggal dunia.

Penulis: Sopianto | Editor: Deni Satria Budi
ist
Pj Bupati Tebo Aspan Kamis (2/5/2022) meninjau pasien DBD di Rumah Sakit Umum Daerah (STS) Tebo 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - Sebanyak 45 warga di Kabupaten Tebo, berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Tebo, terserang demam berdarah degue (DBD). Jumlah tersebut terhitung sejak Januari hingga Juni 2022. Pj Bupati Tebo Aspan, menganggap hal itu sebagai kejadian luar biasa (KLB). 

Kepala Dinas Kesehatan Riana Elizabet melalui Kabid P2P Ari Setiawan, mengatakan, saat ini ada 5 orang yang sudah postiv DBD, 1 masih dalam pemeriksaan.

Dikatakan Ari, yang dirawat di RSUD Tebo ada 2 orang, dan 3 orang lagi di rawat di Puskesmas Sungai Bengkal. Namun informasinya kata Ari, satu orang yang dirawat di Puskesmas Sungai Bengkal, mau dirujuk ke RSUD Tebo.

Baca juga: Perbedaan Gejala Demam Berdarah dan Tipes: Muncul Bintik-bintik Merah untuk DBD

Baca juga: Cara Mencegah Demam Berdarah, Bersihkan Tanaman Hias di Pekarangan Rumah

Menurut Ari, dari 45 orang tersebut sudah banyak yang sembuh, dan saat ini 5 orang yang sedang dalam proses perawatan. Ari juga mengatakan, beberapa waktu yang lalu salah satu pasien di Puskesmas wilayah Desa Teluk Rendah meninggal dunia akibat DBD.

Mendapat inforamasi itu, Pj Bupati Aspan langsung meninjau ke Rumah Sakit STS Tebo untuk memastikan itu.

Dikatakan Aspan, ternyata di Kabupaten Tebo ini ada 45 orang yang terserang DBD, bahkan satu meninggal dunia.

"Dan ini dari pihak Dinkes sudah mengambil langkah seperti penyemprotan," katanya.

Baca juga: 5 Manfaat Daun Kemangi Bagi Kesehatan, Obat Kanker dan Mencegah Demam Berdarah

Baca juga: Pertolongan Pertama Sakit Demam Berdarah, Bila Terjadi Kejang Jaga Lidah agar Tidak Tergigit

Dirinya juga menginstruksi kepada Direktur Rumah Sakit agar pasien yang datang dilayani. Dirinya bersama instansi terkait akan langsung untuk melakukan rapat teknis terkait DBD tersebut.

"Apabila kabupaten masih mampu, kita tangani sendiri. Namun kalau tidak, kita minta bantuan kepada provinsi, dan kasus ini segera kami laporan ke provinsi," jelasnya.

Yang jelas kata Aspan, ini sudah termasuk kejadian luar biasa. Dari data yang diterima yang paling banyak terserang DBD Wilayah Desa Teluk Rendah Kecamatan Tebo Ilir. (Tribunjambi.com/Sopianto)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved