Berita Sarolangun

PT SAL Sinergikan Ekonomi Masyarakat dan Kesehatan Suku Anak Dalam

Pada pertengahan semester 2019, Hendri mulai menanam sereh wangi sebesar 3,5 hektar yang terdiri dari dua hamparan.

Editor: Rahimin
istimewa
PT SAL memberikan tambahan sabun yang dihasilkan oleh Hendri pada jadup yang SAD terima. 

Wedang sereh wangi dan sabun pencuci piring kemudian hadir. 

Masalahnya sama, produk samping ini juga kesulitan dalam pemasaran.

PT Sari Aditya Loka (PT SAL) melihat kondisi tersebut tergerak untuk membantu mencarikan pasar yang tepat. 

Pertemuan PT SAL dengan Kepala Puskesmas memberikan ide baru.

Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada orang rimba (OR) atau Suku Anak Dalam (SAD) yang menjadi program puskesmas dan PT SAL menjadi jalan untuk membuka pasar.

“Kami membuka inisiasi pemasaran produk untuk ke Suku Anak Dalam ( SAD ) yang mana juga membuka wawasan PHBS ke warga SAD,” ungkap Cipta Wibama, Administratur PT SAL

PT SAL selalu memberikan bantuan sosial jatah hidup (jadup) yang berisikan bahan-bahan pokok kepada SAD.

Sebanyak 331 Kepala Keluarga (KK) SAD menerima program ini.

Baca juga: Menjaga Ketahanan Pangan Orang Rimba, PT SAL Beri Bantuan ke Orang Rimba

PT SAL memberikan tambahan sabun yang dihasilkan oleh Hendri pada jadup yang SAD terima.

“Artinya, kami memesan sebanyak 300 botol sabun dari Pak Hendri untuk didistribusikan kepada 331 KK setiap bulannya,” tambah Cipta.

Dengan program ini, Cipta berharap agar bisnis minyak sereh wangi dapat terus berkembang serta program PHBS bagi komunitas adat terpencil dapat berjalan dengan baik.

“Ke depan, jika project ini berjalan dengan baik, bisa jadi kita kembangkan bisnis komoditas sereh wangi kepada masyarakat SAD sebagai program pengembangan ekonomi,” pungkasnya. (*)

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Komentar

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved