Berita Jambi

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2022, AJI Jambi Gelar Diskusi Publik dan Panggung Aksi

Dalam rangka Hari Kebebasan Pers Sedunia 2022, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jambi gelar diskusi publik dan panggung aksi.

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM/FITRI AMALIA
Hari Kebebasan Pers Sedunia 2022, AJI Jambi Gelar Diskusi Publik dan Panggung Aksi 

TRIBUNJAMBI.COM - Dalam rangka Hari Kebebasan Pers Sedunia 2022, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jambi gelar diskusi publik dan panggung aksi.

Kegiatan yang berlangsung di Rambu House, Pemancar TVRI Telanaipura Kota Jambi ini dihadiri oleh jurnalis, seniman, mahasiswa dari universitas se-kota Jambi, dan komunitas lainnya.

Tema kegiatan yang dipilih AJI Serangan Digital, Kekerasan dan Kriminalisasi. Diskusi publik yang berlangsung sore hari ini mengundang tiga narasumber yakni Kadis Kominfo Provinsi Jambi, Nurachmad Herlambang, Heri Kosmo, Akademisi, Majelis Etik AJI Jambi dan Ahli Pers dari Dewan Pers Provinsi Jambi, dan Kompol Mas Edi, Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Jambi.

Ahmad Riki Sufrian, Ketua AJI Jambi mengatakan peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia ini penting.

"Dengan peringatan ini kita memberitahukan kawan-kawan jurnalis khususnya, bahwa dengan makin majunya teknologi justru makin mengancam kegiatan-kegiatan jurnalistik di lapangan," ujarnya.

Riki mengatakan ancaman terhadap jurnalis bukan hanya kekerasan lagi, atau perampasan alat tapi makin canggih berupa peretasan akun, atau berupa doxing.

"Doxing ini lebih berbahaya lagi akun kita diretas di obok-obok untuk tujuan yang negatif, ini secara psikologis lebih mengena, bayangkan ketika akun kita di atas ada foto keluarga lalu disebar disampaikan informasi hal-hal yang negatif nah ini lebih berbahaya," jelasnya.

Dengan peringatan ini AJI berharap masyarakat umum bisa memahami kerja jurnalistik dilindungi oleh undang-undang. Kerja jurnalistik untuk kepentingan publik bukan untuk kepentingan jurnalisnya atau medianya, tetapi untuk masyarakat luas. Riki berharap dengan dengan adanya kegiatan ini masyarakat lebih bisa mendukung kegiatan jurnalistik.

"Pers ini adalah salah satu pilar demokrasi, artinya apa kalau satu pilarnya hilang maka demokrasinya goyang, kira-kira begitu, jadi penting dengan adanya kebebasan pers ini masyarakat, aparat negara, bisa melindungi kerja jurnalistik. Tapi yang perlu diingat juga kawan-kawan media dan jurnalis tidak boleh kebablasan, mentang-mentang kerjanya dilindungi undang-undang tidak boleh sembarang, mereka harus kerja sesuai etikannya," tutup Riki.

Selain diskusi, panggung aksi malam ini akan diramaikan dengan teatrikal, musik, puisi, orasi dan petisi.

Simaklah berita-berita terbaru Tribunjambi.com melalui Google News

Baca juga: Paripurna DPRD dalam Rangka HUT Kota Jambi ke-621

Baca juga: Cost-Modern Pelukis Jambi dapat Inspirasi dari Fenomena di Zaman Modern

Baca juga: Istri Putra Siregar Beberkan Kebaikan Rekan Artis saat Momen Ulang Tahun Sang Anak

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved