Kasus Pungli Pasar Beduk, Kejari Merangin Panggil Beberapa Orang

Kasus Pungutan liar (pungli) di Pasar Beduk di Kabupaten Merangin diproses, Kejari Merangin dan sudah minta keterangan pihak terkait.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
ist
ilustrasi pungli 

 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Kasus Pungutan liar (pungli) di Pasar Beduk di Kabupaten Merangin diproses, Kejari Merangin dan sudah minta keterangan pihak terkait.

Kepala Staf Intelijen (Kastel) Kejaksaan Negeri Merangin, Taufik membenarkan adanya laporan terkait pungli tersebut. Namun untuk prosesnya, dia mengatakan masih dalam tahap pengumpulan data.

"Kasus dugaan pungli pasar masih tahap pengumpulan data," ujarnya, Minggu (8/5/2022).

Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan memanggil pihak terkait, baik dinas ataupun orang yang diduga terlibat. 

"Beberapa orang sudah kita panggil untuk dimintai keterangan," ujarnya. 

Sementara terkait kerugian yang dialami pedagang, Amir Tamsil, Sekretaris Dinas Koperindag Merangin mengatakan bahwa oknum tersebut menyanggupi untuk mengembalikan uang pedagang yang dikutip.

"Perintah pak bupati saat sidak uang pedagang dikembalikan, dia  (mantan kepala UPTD Pasar) menyanggupi untuk mengembalikan," ujarnya belum lama ini.

Baca juga: Arus Balik Lebaran Mulai Padati Jalan di Merangin, Mobil Pribadi Mendominasi 

Dinas Koperindag Merangin juga telah memanggil yang bersangkutan untuk memastikan pengembalian tersebut. Bahkan kepada dinas, dia menyanggupinya. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah pedagang yang dikutip tersebut sebanyak 27 orang dengan nilai sekitar Rp 6 juta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved