Bupati Bogor Ditangkap

Bupati Bogor Ade Yasin Beri Jatah Mingguan Untuk Auditor BPK, Tujuannya Untuk Ini

Ade Yasin memberikan jatah uang mingguan itu melalui anak buahnya selaku Kasubid Kas Daerah BPKAD Bogor Ihsan Ayatullah

Editor: Rahimin
Tribunnews/Ilham Rian
Bupati Bogor Ade Yasin dan 7 lainnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2021. 

TRIBUNJAMBI.COM - Hasil pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Bogor Ade Yasin diduga memberikan uang mingguan kepada auditor pemeriksa dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat.

Jatah uang mingguan itu  untuk melakukan audit pemeriksaan interim (pendahuluan) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) TA 2021 Pemkab Bogor.

Tujuannya, agar laporan keuangan pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor bisa meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Ade Yasin memberikan jatah uang mingguan itu melalui anak buahnya selaku Kasubid Kas Daerah BPKAD Bogor Ihsan Ayatullah dan Sekdis Dinas PUPR Bogor Maulana Adam.

Hal itu dikatakan Ketua KPK Firli Bahuri saat menggelar konferensi pers, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (28/4/2022). 

"Selama proses audit, diduga ada beberapa kali pemberian uang kembali oleh AY (Ade Yasin) melalui IA (Ihsan Ayatullah) dan MA (Maulana Adam) pada Tim Pemeriksa," katanya.

"Diantaranya dalam bentuk uang mingguan minimal Rp 10 juta hingga total selama pemeriksaan telah diberikan sekitar sejumlah Rp 1,9 miliar," sambungnya.

Menurut Firli Bahuri, ketiganya sudah jadi tersangka suap pengurusan laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2021.

KPK juga menetapkan PPK pada Dinas PUPR Kab. Bogor Rizki Taufik selaku PPK pada Dinas PUPR Bogor sebagai tersangka.

Selanjutnya, Anthon Merdiansyah selaku Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/ Kasub Auditorat Jabar III/ Pengendali Teknis; Arko Mulawan selaku pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Ketua Tim Audit Interim Bogor.

Kemudian, Hendra Nur Rahmatullah Karwita selaku pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Pemeriksa dan Gerri Ginajar Trie Rahmatullah selaku pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/ Pemeriksa juga ditetapkan sebagai tersangka.

8 tersangka itu diamankan dalam kegiatan tangkap tangan di wilayah Jawa Barat pada Selasa (26/4/2022) malam dan Rabu (27/4/2022) pagi.

"Saat kegiatan tangkap tangan ini KPK mengamankan bukti uang dalam pecahan rupiah dengan total Rp 1,024 miliar," pungkas mantan Kapolda Sumatera Selatan ini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Bupati Bogor Mengaku Dipaksa Untuk Suap Auditor BPK, Ade Yasin: Inisiatif Membawa Bencana

Baca juga: Nasib Bupati Bogor Ade Yasin dan Kakaknya Mantan Bupati Sama-sama Terjaring OTT KPK

Baca juga: Larangan ASN Terima Gratifikasi, Bupati Bogor Ade Yasin Justru Ditangkap KPK Karena Suap

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved