Bupati Bogor Ditangkap

Nasib Bupati Bogor Ade Yasin dan Kakaknya Mantan Bupati Sama-sama Terjaring OTT KPK

Selain Ade Yasin, KPK juga menangkap sejumlah orang dari Badan Pemeiksa Keuangan perwakilan Jawa Barat.

Editor: Rahimin
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/8/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM - Bupati Bogor Ade Yasin ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Ttangan (OTT).

OTT dilakukan KPK di wilayah Jawa Barat, dimulai sejak Selasa (26/4/2022) malam, hingga Rabu (27/4/2022) pagi.

Selain Ade Yasin, KPK juga menangkap sejumlah orang dari Badan Pemeiksa Keuangan perwakilan Jawa Barat.

"Benar, tadi malam (Selasa, 26/4/2022) sampai pagi (Rabu, 27/4/2022) KPK melakukan kegiatan tangkap tangan di wilayah Jawa Barat," kata Ali Fikri Plt Juru Bicara KPK, Rabu (27/4/2022).

Ali Fikri menjelaskan, Ade Yasin ditangkap karena diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan suap.

Baca juga: Ini Kronologi Penangkapan Bupati Bogor Ade Yasin dan 11 Orang Lainnya

“Kegiatan tangkap tangan ini dilakukan karena ada dugaan tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan suap,” katanya seperti dilansir Kompas.com, Rabu (27/4/2022).

Ditangkapnya Ade Yasin sama seperti  kasus suap yang menimpa kakak Ade Yasin, Rachmat Yasin.

Rachmat Yasin adalah mantan Bupati Bogor. 7 Mei 2014 KPK juga menangkap Rachmat Yasin dalam OTT.

Rachmat Yasin terlibat kasus suap sebesar Rp 4,5 miliar dalam perkara tukar-menukar kawasan hutan PT Bukit Jonggol Asri (BJA).

Rachmat Yasin divonis pidana penjara selama 5 tahun 6 bulan terkait kasus suap tukar-menukar kawasan hutan PT Bukit Jonggol Asri, oleh Pengadilan Tipikor Bandung.

Vonis tersebut dibacakan Hakim Ketua Barita Lumban Gaol SH dalam sidang putusan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat, 27 November 2014.

Rachmat Yasin juga dihatuhi pidana denda sebesar Rp 300 juta atau subsider tiga bulan kurungan penjara.

Selain itu, Rachmat Yasin dikenai hukuman tambahan pencabutan hak dipilih selama dua tahun.

Bupati Bogor Ade Yasin menggunakan rompi oranye usai dilakukan pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (28/4/2022).
Bupati Bogor Ade Yasin menggunakan rompi oranye usai dilakukan pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (28/4/2022). (KOMPAS.com / IRFAN KAMIL)

Rachmat Yasin terbukti bersalah melanggar Pasal 12 (a) UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved