Emmanuel Macron Terpilih Lagi Jadi Presiden Perancis, Ini Pesannya Untuk Pendukung

Emmanuel Macron dan Marine Le Pen maju ke putaran kedua setelah masing-masing finis di posisi pertama dan kedua

Editor: Rahimin
CHARLES PLATIAU / POOL / AFP
Presiden Prancis Emmanuel Macron. Emmanuel Macron Terpilih Lagi Jadi Presiden Perancis, Ini Pesannya Untuk Pendukung 

TRIBUNJAMBI.COM - Pemilihan Presiden Prancis sudah selesai digelar.

Ada dua kandidat yang maju di Pemilihan Presiden, yakni petahana dan Emmanuel Macron dan kandidat sayap kanan Marine Le Pen.

Selama pemilihan putaran kedua, Minggu (24/4/2022) Emmanuel Macron memenangkan Pemilihan Presiden.

Mengutip CNN, Emmanuel Macron mendapatkan 58,55 % suara hari Minggu, menjadikannya pemimpin Prancis pertama yang terpilih kembali dalam 20 tahun.

Emmanuel Macron dan Marine Le Pen maju ke putaran kedua setelah masing-masing finis di posisi pertama dan kedua, di antara 12 kandidat yang maju ke putaran pertama pada 10 April.

Sementara kontes tersebut merupakan pertandingan ulang pemilihan Presiden Prancis 2017.

Putaran pertama, kandidat sayap kiri dan sayap kanan menyumbang lebih dari 57 % surat suara.

Tingkat abstain pemilih untuk putaran kedua adalah 28 %, menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis, tertinggi untuk putaran kedua sejak 2002.

Saat pidato kemenangannya, Emmanuel Macron bersumpah menjadi presiden bagi setiap rakyatnya.

Emmanuel Macron berterima kasih kepada para pendukungnya dan mengakui bahwa banyak orang, seperti pada tahun 2017, memilih dia hanya untuk memblokir sayap kanan ekstrim.

Emmanuel Macron mengatakan, masa jabatan keduanya tidak akan menjadi kelanjutan dari yang pertama, berkomitmen untuk mengatasi semua masalah Prancis saat ini.

Emmanuel Macron juga berbicara kepada mereka yang mendukung Marine Le Pen secara langsung, dengan mengatakan sebagai presiden, harus menemukan jawaban atas kemarahan dan ketidaksepakatan yang membuat mereka memilih sayap kanan.

"Itu akan menjadi tanggung jawab saya dan orang-orang yang mengelilingi saya," katanya.

Marine Le Pen menyampaikan pidato konsesi dalam waktu setengah jam dari proyeksi pertama, berbicara kepada para pendukungnya yang berkumpul di sebuah paviliun di Bois de Boulogne barat Paris.

"Angin kebebasan yang hebat bisa saja bertiup di negara kita, tetapi kotak suara memutuskan sebaliknya," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved