Ramadhan 2022

Hati-hati Penukaran Uang Baru Bisa Riba Jika tak Memenuhi Syarat Ini

Jelang Idul Fitri,  penukaran uang baru mulai marak dan banyak ditemui di berbagai tempat.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
net
ilustrasi penukaran uang baru 

TRIBUNJAMBI.COM - Jelang Idul Fitri,  penukaran uang baru mulai marak dan banyak ditemui di berbagai tempat.

Banyak penukaran uang juga dilakukan oleh sekelompok masyarakat dengan upah.

Lalu bagaimana hukumnya dalam Islam? Apakah diperbolehkan?

Dijelaskan  Buya Yahya, saat bertransaksi, banyak uang yang ditukarkan tetap diberikan dengan jumlah nilai yang sama.

Misalnya jika seseorang ingin menukar Rp 1.000.000 dengan pecahan uang yang dia inginkan, maka totalnya tetap Rp 1.000.000.

Sementara  untuk uang jasa penukaran, diberikan dengan transaksi lain, diluar dari transaksi penukaran uang.

 
"Jadi selesai serah terima ok. Baru ada transaksi lain,"

"Atau, ini ada uang Rp 1 juta tolong ditukar dengan Rp 1 juta. Nanti baru kita memberikan lebih. Lebihnya adalah uang jasanya, jasa yang sesungguhnya," terangnya.

Masyarakat harus berhati-hati ketika melakukan transaksi penukaran uang agar tidak terjerumus ke dalam riba.

Banyak  transaksi penukaran yang uang jasanya dipotong langsung dari nominal yang ditukarkan, maka itu juga masuk dalam wilayah riba.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved