Ramadhan 2022
Cara Menghitung Zakat dan Harta Benda yang Wajib Dibayar Zakatnya Ramadhan 1443 Hijriah
Zakat merupakan bagian tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim jika mencapai syarat yang ditetapkan.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Zakat merupakan bagian tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim jika mencapai syarat yang ditetapkan.
Zakat adalah bagian dari rukun Islam dan zakat ditunaikan untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya.
Secara setimologi, zakat berarti suci, baik, berkah, tumbuh dan berkembang.
Betapa pentingnya zakat untuk investasi pahala kita.
Tribunnews.com bersama Badan Amil Nasional (Baznas) membuka konsultasi zakat.
Lalu apa saja harta benda yang wajib dizakati dan bagaimana cara menghitungnya?
Dalam banyak dalil baik Al-Quran maupun sunnah telah ditentukan beberapa jenis harta wajib zakat, yakni zakat emas dan perak, zakat hewan ternak, zakat perdagangan, zakat hasil pertanian, dan zakat hasil tambang.
Hal ini menyesuaikan dengan karakteristik usaha pada zaman itu banyak bergerak dibidang pertanian, peternakan, dan perdagangan.
I. Zakat Emas dan Perak
Ilustrasi Emas Batangan (Capture Market Watch)
Dalil diperintahkannya zakat atas emas dan perak terdapat dalam Al-Quran surat At-Taubah:34.
Syariat Islam memandang emas dan perak sebagai harta yang potensial.
Selain berfungsi sebagai perhiasan yang indah, emas juga berfungsi sebagai alat tukar dari masa ke masa. Dalam fikih, emas merupakan nilai (ats-tsaman).
Nilai harta diukur standar emas dan perak karena sifat emas sebagai harta sangat jelas, bahkan disebut an-naqdain dan ats-tsamanain mata uang yang merupakan alat ukur dan standar nilai.