Ramadhan 2022
Syarat Zakat Fitrah dan Golongan yang Berhak Menerimanya
Artikel ini membahas Zakat fitrah hukumnya wajib dengan syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Zakat fitrah hukumnya wajib dengan syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi.
Muhammad bin Qasim Al-Ghazi dalam Fathul Qarib mejelaskan syarat zakat fitrah, yakni orang beragama Islam.
Selanjutnya waktu wajib untuk membayar zakat yaitu awal Ramadhan sampai awal dari Syawal.
Ketentuannya orang yang meninggal sebelum masuk 1 Syawal tidak wajib membayar zakat fitrah.
Baca juga: Lafaz Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga serta Orangtua
Baca juga: Tata Cara Pembayaran Zakat Fitrah Online
Baca juga: Bolehkah Zakat Fitrah Dibayai Orang Tua Meski Telah Berkeluarga?
Hal yang sama berlaku untuk bayi yang lahir setelah Bulan Ramadhan.
Ketiga, memiliki makanan pokok yang melebihi kebutuhan dari keluarga ketika Idul Fitri atau malamnya.
Wajib mengeluarkan zakat, tidak semua orang wajib menanggung kewajiban berzakat.
Contohnya si A yang bertanggung jawab menafkahi si B.
Maka si A wajib mengeluarkan zakat untuk si B. Contohnya saja ayah yang wajib menanggung zakat fitrah anak-anaknya.
Hukum Zakat Fitrah
Dilansir dari dompetdhuafa.org, zakat fitrah disyariatkan pada tahun kedua Hijriah bulan Syakban.
Para ulama bersepakat zakat fitrah hukumnya wajib bagi setiap individu. Berdasarkan hadis Ibnu Umar ra yang berkata,
“Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah bulan Ramadan sebanyak satu sha’ kurma atau gandum atas setiap muslim merdeka atau hamba sahaya laki-laki atau
perempuan.”
(HR. Bukhari Muslim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Zakat-Fitrah-003.jpg)