Editorial

Demo 11 April 2022, Saat Mahasiswa Bersuara

Hari ini, 11 April 2022 mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (SI) akan menggelar demonstrasi

Editor: Deddy Rachmawan
Aryo Tondang/tribunjambi
Aksi demo mahasiswa di Jambi 

Hari ini, 11 April 2022 mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia  atau BEM SI berencana akan menggelar demonstrasi di sekitar Istana Negara.

Aksi ini seakan menjadi puncak setelah sebelumnya demo digelar di berbagai daerah di Indonesia.

Di Jambi, elemen mahasiswa juga turun ke jalan. Tak terkecuali saat kunjungan Presiden Joko Widodo pada Kamis (7/4) lalu.

Tuntutannya jelas, menolak perpanjangan masa jabatan presiden, menolak penundaan pemilu. Termasuk isu lain mengenai kelangkaan dan naiknya harga minyak goreng juga bahan bakar minyak (BBM).

Terkait penundaan pemilu dan masa jabatan presiden, Presiden Jokowi sendiri dalam pernyataan terbarunya pada Minggu (10/4) secara tegas menyatakan bahwa Pemilu dilaksanakan pada 14 Februari 2024.

LIVE VIDE demo mahasiswa di Jambi, duduk bareng Gubernur Jambi dan Ketua DPRD Provinsi Jambi

Hal tersebut perlu dijelaskan agar tidak muncul spekulasi bahwa pemerintah akan menunda Pemilu.

Pernyataan saat rapat terbatas Persiapan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat tersebut dikeluarkan sehari menjelang aksi mahasiswa hari ini. Memang, Jokowi sudah pernah menyampaikan hal senada.

Yang patut disayangkan adalah, nyanyian sumbang penundaan pemilu datang dari para pembantu presiden.

Setidaknya ada tiga menteri termasuk sejumlah ketua umum parpol koalisi yang bernyanyi sumbang penundaan pemilu. Toh sejauh ini, tak ada sanksi atau tindakan tegas kepada mereka.

Baca juga: Mahasiswa Gabungan Lancarkan Aksi Demo di Depan Kantor Gubernur Jambi

Baca juga: Aktivis Mahasiswa Datangi Kantor Bupati Tebo Bawa Sederet Tuntutan Ini

Alih-alih resufhle misalnya, Jokowi justru menambah panjang daftar jabatan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan.

Luhut adalah termasuk orang yang menyuarakan penundaan pemilu. Ia bahkan sesumbar memiliki big data masyarakat yang ingin pemilu ditunda.

Demonstrasi adalah bagian menyampaikan pendapat di alam demokrasi.

Baca juga: BEM SI Batal Demo ke Istana dan Alihkan ke Gedung DPR, Ini 4 Tuntutan Mereka

Semoga para mahasiwa tetap menyuarakan kebenaran tidak dengan anarkis. Suara mahasiwa setidaknya bisa menjadi penyeimbang  di tengah dominannya partai koalisi di legislatif. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved