Berita Kota Jambi

Wali Kota Jambi Lebih Sering Shalat di Masjid Muhammad Fabian Syahputra Ketimbang di Tempat Lain

Berita Jambi- Masjid  Muhammad Fabiansyah Putra dibangun dari ungkapan cinta sang ayah serta keluarga almarhum anak yang meninggal..

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Nani Rachmaini
Rara khushshoh/tribunjambi
Walikota Fasha 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -   Masjid  Muhammad Fabiansyah Putra dibangun dari ungkapan cinta sang ayah serta keluarga almarhum anak yang meninggal saat usia 13 tahun.

Masjid dibangun di atas tanah setengah hektare lahan ini menjadi tempat menghafal Alquran seolah menggambarkan makna almarhum saat meninggal dunia yang tengah berjuang menghafal Alquran.

Syarif Fasha, ayahanda Fabian sekaligus Wali Kota Jambi kini lebih sering shalat di masjid tersebut dari pada seluruh tempat ibadah serupa lainnya.

"Seminggu itu jadwalnya dua kali saya ke makam anak saya Senin dan Jumat.  Saya ke makam itu biasanya jam 10, setelah itu saya langsung salat Jumat ke masjid anak saya," ceritanya.

Fasha memberdayakan masjid tersebut untuk umum dan semaksimal mungkin, serta merekrut para hafiz Alquran 30 juz ajarkan kembali kepada anak-anak sekitar yang tengah belajar menghafal.

Justru awalnya ia hendak membuat TPA di belakang masjid, tetapi Fasha mendapatkan saran dari masyarakat untuk berdayakan fasilitas yang ada saja.

"Maka lebih bagus mereka belajar di masjid saja di lantai duanya," jelas Fasha.

Karena penghafal Alquran merupakan masyarakat yang bermukim di sekitar masjid jadi tidak memerlukan TPA sebagai tempat bermukim.

Masyarakat sekitar diberdayakan dari mulai marbot, pengurus masjid, pengajar ngaji, dan pengajar hafalan Alquran. 

"Biaya ustaz, marbot, dan lain sebagainya, itu dikeluarkan dari kami keluarga. Kecuali operasional masjid seperti beli ditergen, air, listrik karena sudah ada sumbangan jamag masjid, jadi kami tidak mengeluarkan dana untuk itu," tuturnya.

Fasha sengaja membuat masjid lebih besar karena ingin dipakai untuk ibadah seluruh masyarakat sekitar, dan ikon.

Lahan yang masih luas dari sisa pembangunan masjid ditanami pohon kurma yang berasal dari Madinah sekitar 15-16 batang.

Masjid yang memiliki kisah di baliknya membuat banyak orang datang tak hanya untuk beribadah, namun penasaran dengan keberadaannya.

"Bahkan ada yang dari luar daerah, mereka mampir, berfoto, dan lain sebagainya," katanya.

(TribunJambi/Rara Khushshoh Azzahro)

Simaklah berita-berita terbaru Tribunjambi.com melalui Google News 

Baca juga: Kisah Lahirnya Masjid Muhammad Fabian Syahputra, Tempat Hafal Alquran Bentuk Kecintaan Sang Ayah

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved