Senin, 8 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Tips Kesehatan

Tips Puasa bagi Penderita Diabetes, Tanpa Takit Gula Harah Naik atau Turun Drastis

Berpuasa di bulan Ramadan merupakan hal wajib bagi umat Islam yang telah akil balig  (cukup umur) dan mampu melakukannya

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
simpson33
ilustrasi diabetes 

TRIBUNJAMBI.COM - Berpuasa di bulan Ramadan merupakan hal wajib bagi umat Islam yang telah akil balig  (cukup umur) dan mampu melakukannya.

Namun, bagi penderita diabetes, terutama diabetes tipe 2, puasa saat Ramadhan perlu dilakukan dengan hati-hati.

Sebab, puasa bisa mengakibatkan kadar gula darah penderita diabetes tidak terkontrol.

Penderita sakit kronis seperti diabetes sebenarnya diizinkan untuk tidak berpuasa. Kendati demikian, bagi penderita diabetes yang tetap ingin mencoba berpuasa, ada tips agar tetap aman.

Berikut tipsnya.

Katakan pada dokter bahwa kita berencana berpuasa
Pastikan dokter kita tahu kalau kita berencana berpuasa. Jadi, jika sedang menjalani pengobatan untuk diabetes atau tekanan darah tinggi, dokter mungkin perlu melakukan penyesuaian selama Ramadhan.

Ingat, penyesuaian ini harus dilakukan di bawah perawatan dokter ya.

Baca juga: Pilihan Menu Sahur dan Buka Puasa Agar GERD atau Asam Lambung Tak Naik

Baca juga: Anak Melaney Ricardo Dibawa ke IGD Karena Digigut Hewan Peliharaannya

Tetap terhidrasi
Pastikan kita minum cukup cairan selama sahur dan berbuka puasa.

Jika cuaca hangat selama Ramadhan, cobalah untuk tetap berada di tempat yang sejuk dan batasi aktivitas fisik guna meminimalisir jumlah cairan yang hilang di siang hari.

Periksa kadar gula darah saat berpuasa
Hal paling berbahaya yang bisa terjadi saat seseorang berpuasa adalah gula darah rendah (hipoglikemik), gula darah tinggi (hiperglikemik), dan dehidrasi.

Jadi, pastikan kita memperhatikan tanda-tandanya, seperti penglihatan kabur, detak jantung tidak teratur, pusing/pingsan, dan kebingungan.

Tenang, menguji gula darah tidak akan membatalkan puasa kita.

Hindari makanan tinggi karbohidrat 
Untuk menghindari perubahan gula darah, dokter mungkin menyarankan kita untuk tetap mengonsumsi makanan tinggi lemak dan rendah karbohidrat saat berbuka dan sahur.

Makanan berlemak tinggi akan membuat kita kenyang lebih lama dan tidak akan meningkatkan gula darah.

Namun, pastikan untuk mendiskusikan hal ini (atau perubahan pola makan lainnya) dengan dokter terlebih dahulu.

Sebab, jika kita sedang menjalani pengobatan, ini dapat memengaruhi dosis obat.

Jangan makan berlebihan
Buka puasa bisa menyenangkan karena melibatkan banyak teman, keluarga, dan tentu saja, makanan.

Namun hati-hati jangan sampai makan berlebihan.

Makan berlebihan, bahkan setelah seharian berpuasa, dapat menyebabkan lonjakan gula darah.

Jadi, jangan berlebihan!

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved