Pemilu 2024

PDI-P Tak Mau Disalahkan Soal Usulan Pemilu 2024 Ditunda, Ucapan Luhut Dikritik

Adi Prayitno menilai, kritik terbuka ini membuktikan terdapat bibit-bibit konflik internal pendukung Presiden Joko Widodo yang bisa berbahaya.

Editor: Rahimin
istimewa
Luhut Binsar Pandjaitan - Hasto Kristiyanto. PDI-P Tak Mau Disalahkan Soal Usulan Pemilu 2024 Ditunda, Ucapan Luhut Dikritik 

TRIBUNJAMBI.COM - Ucapan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang terkesan pro terhadap penundaan Pemilu 2024 mendapat kritikan.

Satu diantaranya dari Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto

”Beliau (Luhut) harus mempertanggungjawabkan pernyataan itu secara akademis agar ini tidak membelah. Seorang pembantu Presiden harus fokus pada tugasnya dan sesuai mandat yang diberikan. Beliau mandatnya apa dalam menyampaikan hal itu dan ini berbeda dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD,” katanya melalui keterangan tertulis kepada pers, Senin (14/3/2022).

Soal kritikan Hasto Kristiyanto. Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai, kritik terbuka ini membuktikan terdapat bibit-bibit konflik internal pendukung Presiden Joko Widodo yang bisa berbahaya.

"Sebab, yang muncul adalah elite-elite partai dan orang-orang yang selama ini ada di poros kekuasaan utama pemerintah," katanya dihubungi Kompas.com, Selasa (15/3/2022).

"Ini konflik internal yang menurut saya tajam. Tidak heran jika ini dikaitkan dengan tanda-tanda kutukan periode kedua, yaitu munculnya konflik dan prahara internal karena beda pendapat dan konflik kepentingan yang tidak bisa diakomodasi," katanya.

Dikatakan Adi Prayitno, PDI-P berupaya mengakhiri spekulasi penundaan pemilu yang akan mencoreng muka Jokowi.

Walau bagaimanapun, Jokowi kader PDI-P. Sementara, wacana penundaan pemilu tak diminati secara positif sama sekali oleh publik, terlebih di tengah kelangkaan minyak goreng hingga kesulitan ekonomi.

Dikatakan Adi Prayitno, reaksi publik terhadap wacana ini justru lebih banyak diwarnai oleh sumpah-serapah

"PDI-P juga tidak mau terus-menerus soal penundaan pemilu ini peluru nyasarnya ke PDI-P. Kalau ini terus menerus jadi bola liar, tentu itu tidak baik bagi Istana dan PDI-P. Maka PDI-P mengambil inisiatif menolak dengan lantang untuk mengakhiri spekulasi," katanya.

Adi Prayitno yang juga Analis politik UIN Syarif Hidayatullah itu menilai, gejolak internal ini perlu segera diredam.

Jokowi perlu untuk bersikap tegas demi mengakhiri semua spekulasi.

"Kalau tidak dikelola dengan baik, pasti kutukan periode kedua benar-benar terjadi, yaitu insoliditas koalisi, gejolak internal, yang kalau tidak dikelola berpotensi jadi prahara politik," pungkas Adi Prayitno.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Baca juga: Pemilu 2024 Tidak Boleh Ditunda, Ketua Umum PBNU: Menunda Melanggar Konstitusi

Baca juga: Soal Usulan Pemilu Ditunda, AHY Sebut Ada Pemufakatan Jahat untuk Langgengkan Kekuasaan

Baca juga: 62,3 Persen Masyarakat Termasuk Pemilih Jokowi Setuju Pemilu Digelar 14 Februari 2024

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved