Berita Sarolangun

Fenomena Langka Pohon Pisang di Sarolangun Berbuah Kembali Setelah Satu Minggu Ditebang

Berita Sarolangun-Jenis tumbuhan yang berkembang biak dengan cara bertunas ini ketika sudah berbuah tidak dapat berbuah lagi dan akan mati

Penulis: Rifani Halim | Editor: Nani Rachmaini
Rifani halim/tribunjambi
Fenomena langka, pohon pisang di Sarolangun berbuah kembali setelah satu minggu di tebang 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pohon pisang dikenal sebagai salah satu pohon hanya dapat berbuahsatu kali.

Jenis tumbuhan yang berkembang biak dengan cara bertunas ini ketika sudah berbuah tidak dapat berbuah lagi dan akan mati setelah ditebang.

Namun, berbeda dengan pohon pisang lainnya. Pohon pisang di RT 18, kelurahan Aur Gading, kecamatan Sarolangun, kabupaten Sarolangun, Jambi justru berbuah dua kali setelah ditebang.

Pohon pisang yang disebutkan warga jenis pisang manis ini justru setelah ditebang malah tumbuh tunas dari bekas pohon yang telah ditebang.

Fenomena langka inipun ramai dibicarakan warga sekitar RT 18 karena dianggap aneh oleh warga sekitar, karena menganggap kejadian langka dan tidak biasa terjadi.

Herman (50) kakak dari pemilik pohon pisang mengaku, heran dengan kejadian tersebut. Bahkan selama hidup baru kali ini terjadi pohon pisang di dekat rumah atau di samping rumah bisa berbuah dua kali.

"Kita baru ketahui pisang bisa berbuah dua kali baru-baru ini lah, baru dua hari lalu," kata Herman saat dikunjungi tribunjambi di kediamannya, Senin (14/3/2022).

Herman menuturkan, awal mula ditemukannya pohon pisang yang berbuah tanpa daun ini, ditemukan oleh para anak-anak kecil yang lalu lalang di samping rumahnya.

"Inikan jalan, anak-anak yang sering lewat sini ngomong ada pisang berbuah lagi, kita awalnya belum percaya, setelah ukurannya agak besar dua hari lalu baru kita tau ada ini," ujar Herman saat menunjukkan pohon pisang.

Dia menjelaskan, pohon pisang yang tumbuh tanpa daun ini telah berbuah dan telah di tebang oleh adiknya kurang lebih satu minggu lalu.

"Udah berbuah dan dipotong satu Minggu lalu atau 10 hari lalu. Ini baru kali ini terjadi dan menurut kami juga langka," terangnya.

Lebih lanjut, Herman mengatakan keluarganya akan menjaga dan melihat sejauh mana perkembangan buah pisang tersebut hingga masak.

"Biarlah Kito jago, kita tinggok nian apo beda rasonyo dengan pisang sebelumnya atau pisang itu hanya sampai batas itulah atau justru mati," tuturnya. (*)

(TRIBUNJAMBI / Rifani Halim)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved