Ini Peran Vital Dokter Sunardi di Sukoharjo yang Ditembak Mati Densus 88

Kepolisian RI akhirnya mengungkap peran dokter Sunardi terduga teroris yang ditembak mati Densus 88.

Editor: Teguh Suprayitno
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Ilustrasi petugas Densus 88. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Kepolisian RI akhirnya mengungkap peran dokter Sunardi terduga teroris yang ditembak mati Densus 88.

Dia diketahui aktif dalam menghimpun dana dari masyarakat yang dipakai untuk berangkatkan teroris ke Suriah.

Dokter Sunardi ditembak mati oleh tim Densus 88 Antiteror Polri di jalan Bekonang, Sukoharjo, Jawa Tengah pada Rabu 9 Maret 2023 sekitar pukul 21.15 WIB.

Dia ditembak mati akibat mencoba melawan petugas saat terjadi penangkapan.

"Iya kira-kira seperti itu ya," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Sabtu (12/3/2022).

Ramadhan juga menuturkan penghimpunan dana itu dilakukan oleh dokter Sunardi melalui lembaga kemanusiaan yang dipimpinnya bernama Hilal Ahmar Society.

Kata Ramadhan, organisasi tersebut diduga terafiliasi dengan jaringan teroris Jamaah Islamiah (JI).

Dalam organisasi itu, dia menjabat sebagai penasihat dan penanggung jawab.

"Karena yayasan tersebut bergerak untuk membiayai atau memfasilitasi pemberangkatan untuk kegiatan terorisme di luar negeri atau Suriah," pungkasnya.

Baca juga: Kesaksian Ketua RT dan Camat di Sukoharjo Soal Dokter yang Tewas Ditembak Densus 88

Baca juga: Dokter Tewas Ditembak Densus, Polisi Sebut Terduga Teroris Anggota Jamaah Islamiah

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Polri Ungkap Dokter Sunardi Aktif Himpun Dana dari Masyarakat untuk Berangkatkan Teroris ke Suriah

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved