Inilah Daftar Negara yang Menjadi 'Musuh' Rusia, Ada Tetangga Indonesia

Di tengah invasi Ukraina, Rusia merilis daftar negara yang disebut sebagai "musuhnya".

Sumber: Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP
Presiden Rusia Vladimir Putin saat berpidato di Kremlin, Moskow, Senin (21/2/2022), menyatakan Rusia mengakui kemerdekaan wilayah separatis Donetsk dan Luhansk di Ukraina timur. Pengakuan tersebut meningkatkan ketegangan dengan Barat. 

TRIBUNJAMBI.COM - Di tengah invasi Ukraina, Rusia merilis daftar negara yang disebut sebagai "musuhnya".

Daftar negara ini muncul setelah kantor berita Rusia, TASS mengumumkannya pada Senin (7/3/2022).

Diberitakan TASS, pemerintah Rusia telah menyetujui daftar negara dan wilayah yang dianggap 'tidak bersahabat' dengannya.

Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin juga telah menandatangani persetujuan daftar negara tersebut.

Negara-negara itu diketahui ikut memberlakukan atau bergabung memberikan sanksi kepada Rusia setelah dimulainya invasi di Ukraina.

Daftar negara tersebut yakni Amerika Serikat, Kanada, dan negara bagian Uni Eropa, dan Inggris, termasuk wilayah Jersey, Anguilla, Kepulauan Virgin Britania Raya, dan Gibraltar.

Ada juga Ukraina, Montenegro, Swiss, Albania, Andorra, Islandia, Liechtenstein, Monako, Norwegia, San Marino, Makedonia Utara, dan juga Jepang.

Korea Selatan, Australia, Mikronesia, Selandia Baru, Taiwan dan Singapura juga termasuk dalam daftar tersebut.

Keputusan tersebut disusun berdasarkan Keputusan Presiden Rusia 5 Maret 2022 Tentang Tata Cara Sementara Pemenuhan Kewajiban Beberapa Kreditur Asing.

Baca juga: Uni Eropa Janji Kirim Senjata, Ukraina Siapkan Kejutan untuk Rusia

Dari keputusan ini, pemerintah Rusia mengimbau warga negara dan perusahaan Rusia yang memiliki kewajiban membayar valuta asing kepada kreditur asing dari daftar negara tersebut, dapat membayarnya dalam mata uang Rusia, rubel.

Untuk melakukan itu, debitur dapat meminta bank Rusia untuk membuat akun rubel khusus atas nama kreditur asing dan memasukkan pembayaran dalam rubel yang setara dengan kurs Bank Sentral pada hari pembayaran.

Namun, prosedur sementara yang baru berlaku untuk pembayaran yang melebihi 10 juta rubel per bulan (atau jumlah yang sama dalam mata uang asing).

Dikutip dari The Local News, para ahli mempercayai langkah ini datang berawal dari sanksi barat terhadap Rusia.

Namun demikian, ruang lingkup dan dampak yang tepat dari dimasukkannya negara-negara itu ke dalam daftar juga tidak jelas.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved