Uni Eropa Janji Kirim Senjata, Ukraina Siapkan 'Kejutan' untuk Rusia

Ukraina tengah menyiapkan kejutan untuk pasukan Rusia yang kini tengah membombardir wilayahnya.

AFP
Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina, cadangan militer Angkatan Bersenjata Ukraina, memegang replika kayu senapan Kalashnikov, dalam latihan militer di dekat Kiev pada 25 Desember 2021. Peserta pelatihan bagian dari batalyon cadangan yang dibentuk untuk melindungi sebuah distrik di Kiev jika terjadi serangan terhadap kota terbesar di Ukraina. 

TRIBUNJAMBI.COM, MOSKOW - Ukraina tengah menyiapkan kejutan untuk pasukan Rusia yang kini tengah membombardir wilayahnya.

Pemerintah Ukraina mengaku mendapatkan banyak bantuan militer untuk menghadapi invasi Rusia.

Menteri Pertahanan Ukraina Oleksiy Reznikov menyebut ada “progres signifikan” mengenai bantuan persenjataan.

Reznikov mengaku Ukraina telah membeli lebih dari 50.000 helm dan jaket flak, termasuk perlengkapan yang dibuat untuk anggota-anggota NATO.

“Saya tidak akan mengomentari pengiriman senjata dan amunisi, itu adalah momen yang indah. Biarkan nanti ada kejutan untuk musuh. Ketahuilah ini, sudah ada progres yang signifikan,” cuit Reznikov dikutip RT.

Negara-negara Eropa menjanjikan bantuan militer ke Ukraina, di tengah invasi Rusia. Uni Eropa sendiri menjanjikan bantuan militer senilai 450 juta euro berupa senjata letal.

Senjata-senjata yang dikirimkan ke Ukraina dilaporkan antara lain senjata antitank, sistem pertahanan udara, dan senapan mesin.

Baca juga: Indonesia Sebagai Presiden G20 Dianggap Bisa Berperan Mengakhiri Perang Rusia Ukraina

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah mengapalkan senjata untuk Ukraina. CNN melaporkan sebuah operasi pengapalan “masif” sedang dikoordinasikan Komando AS di Eropa. 

Setiap harinya, dilaporkan terdapat setidaknya 17 pesawat yang mendarat di pusat komando AS.

Ukraina disebut meminta bantuan senjata kepada AS dan NATO jika mereka tidak ingin terlibat konflik secara langsung.

Sebelumnya, Presiden Volodymyr Zelensky berulangkali meminta NATO memberlakukan zona larangan terbang di Ukraina. Namun, NATO menolaknya karena hal tersebut dapat memicu konfrontasi langsung dengan jet-jet Rusia.

Baca juga: Amerika dan Polandia Intensifkan Pembahasan Kemungkinan Memasok Jet Tempur ke Ukraina

Sebagai gantinya, AS mendorong negara-negara NATO di Eropa Timur untuk mengirimkan jet-jet MiG ke Ukraina. Washington akan mengganti jet-jet tersebut dengan F-16.

Berita ini telah tayang di Kompas.tv

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved