Home and Garden
Cara Mengatasi Daun Keriting Pada Tanaman Cabai, Isolasi Tanaman yang Sudah Terjangkit
Penyebab pertama terjadinya penyakit daun keriting pada tanaman cabai adalah serangan OPT berupa Serangga. Serangga yang bisa menyebabkan keriting.
TRIBUNJAMBI.COM - Tanaman cabai bisa tumbuh subur dan menghasilkan banyak cabai adalah impian bagi pemiliknya.
Sayangnya selalu ada bahaya yang mengintai dan membuat cabai tidak banyak berbuah dan bahkan berujung mati.
Salah satu penyakit tanaman cabai adalah daun keriting.
Dilansir dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Sabtu (12/2/2022), penyakit daun keriting pada tanaman cabai ditandai dengan daun menjadi berkerut dan keriting. Penyakit ini dapat menurunkan produktivitas tanaman karena bisa menghentikan pertumbuhan vegetatif tanaman secara total.
Meski penyakit daun keriting bisa menjangkit tanaman lainnya seperti semangka dan melon, namun penyakit daun keriting lebih sering ditemukan pada tanaman cabai.
Penyakit daun keriting merupakan penyakit tanaman yang mana penyebabnya bisa dikarenakan OPT (organisme pengganggu tanaman) atau virus yang menginfeksi jaringan tanaman.
Dengan demikian, sel tanaman berkembang secara abnormal dan berefek pada struktur daun dan pucuk tanaman.
Gejala awal serang terjadi pada daun muda bagian pucuk lalu menyebar ke bagian tanaman yang lain. Pertumbuhan vegetatif tanaman seperti tunas, daun dan akar bisa terhambat, bahkan terhenti.
Tanaman cabai yang terkena serangan keriting tentu tidak bisa menghasilkan buah secara optimal karena keluarnya bunga dan buah cabai berdasarkan percabangan tunasnya.
Baca juga: Cara Menghilangkan Varises di Kaki - Oles Pijat dengan Cuka Apel, Pakai Bawang Putih, Cabai Rawit
Penyebab penyakit daun keriting tanaman cabai
Penyebab pertama terjadinya penyakit daun keriting pada tanaman cabai adalah serangan OPT berupa Serangga. Serangga yang bisa menyebabkan keriting adalah jenis kutu dan aphids.
Kedua serangga ini mengisap cairan tanaman melalui daun dan pucuk muda. Kelenjar dari kutu ini akan masuk ke jaringan tanaman dan memengaruhi perkembangan sel tanaman, sehingga bagian yang terinfeksi kelenjar akan berkerut atau menggulung.
Ciri khasnya adalah daun dan pucuk mengeriting namun warna daun tetap hijau atau menjadi hijau gelap. Jika warna daun muncul bercak kuning, berarti yang menginfeksi bukan hanya kelenjar kutu, namun virus juga.
Untuk kasus daun keriting karena thrips dan aphids masih besar peluang untuk disembuhkan ketimbang penyakit akibat virus.
Penyebab kedua adalah virus mosaik. Virus ini tidak bisa langsung masuk ke jaringan tanaman tanpa dibawa oleh vektor.
Vektor virus ini adalah kutu daun dan aphids. Gejala serangannya adalah daun menjadi mengkerut dan mengecil disertai bercak kuning di sekujur daun (kriting berwarna).
Sekilas akan terkesan sama dengan serangan bulai daun yang mana daun berwarna kuning, namun bedanya kasus bulai daun tidak menyebabkan daun keriting atau tunas berkerut.
Selain ditularkan oleh serangga, virus mosaik juga bisa terbawa oleh benih cabai yang berasal dari tanaman yang terinfeksi mosaik. Keriting tipikal ini cenderung sulit disembuhkan, namun tentunya ada langkah yang bisa diambil untuk mendapatkan hasil terbaik.
Pencegahan penyakit daun keriting tanaman cabai
Agar penyakit daun keriting tidak menyerang tanaman sebaiknya perlu dilakukan beberapa langkah pencegahan.
Pencegahan terhadap serangan daun keriting hanya bisa dilakukan dengan mengendalikan vektornya yakni kutu daun (thrips) dan aphids serta mencegah menjangkitnya virus mozaik dari benih.
Terbukti tanaman cabai dalam rumah kaca bisa bebas dari penyakit daun keriting. Jika Anda menanam cabai di area terbuka, maka sebaiknya rutin melakukan penyemprotan insektisida kontak berbahan aktif abamektin minimal 18 EC atau Dimetoat setiap 5-7 hari sekali setelah tanaman memasuki usia 20 HST (hari setelah tanam).
Baca juga: Cara Membuat Tanaman Cabai Cepat Berbuah, Jangan Banyak Memberi Pupuk yang Mengandung Nitrogen
Gunakan juga campuran pelekat untuk menjaga keawetan insektisida menempel pada daun.
Selain insektisida kontak, gunakan juga insektisida sistemik setiap 10 hari sekali untuk pencegahan lebih lama. Anda bisa menggunakan insektisida seperti Besvidor atau Interprid yang bebrbahan aktif Imadikoplorid minimal 25 WP.
Gunakan alas plastik mulsa perak karena akan memantulkan cahaya matahari di siang hari. Pantulan cahaya tersebut aken menakuti hama thrips dan aphids yang bersembunyi di bawah daun.
Penyemprotan insektisida dilakukan sore hari saat pantulan cahaya sudah tidak begitu kuat.
Untuk pencegahan dari virus mosaik, maka belilah bibit cabai F1 (Hibrida) yang memang memiliki ketahanan terhadap virus tersebut.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan antivirus tanaman berbahan aktif Hidroksibenzoat yang bersifat anti inflamasi dan antioksidan bagi tanaman.
Ini hanya digunakan sekali saat tanaman berusia 20 HST sebagai pencegahan dan digunakan lagi jika sudah terjadi serangan.
Baca juga: Cabai Ternyata Bisa Mencegah Obesitas hingga Menurunkan Kadar Gula Darah
Cara mengatasi penyakit daun keriting tanaman cabai
Berikut beberapa cara mengatasi penyakit daun keriting pada tanaman cabai berdasarkan penyebabnya.
1. Penyakit daun keriting karena OPT
Bila Anda menemukan beberapa tanaman yang mulai terkena serangan daun keriting, maka Anda bisa segera menggunakan insektisida berbahan aktif Abamektin dengan kadar 20 EC bertahap hingga 72 EC. Lakukan penyemprotan setiap hari dengan selingan insektisida berbahan aktif Dimetoat.
Misalnya, jika hari ini Anda menggunakan Abamektin, maka keesokan harinya gunakan Dimetoat. Lakukan selama seminggu penuh pada waktu sore hari.
Setelah itu, semprotkan pupuk organik cair yang mengandung Nitrogen + ZPT Auxin pada bagian daun tanaman yang keriting secara intensif dua hari sekali pada waktu sore hingga daun kembali mekar.
Pemberian nitrogen pada daun keriting terbukti merangsang perkembngan daun menjadi lebih hijau dan mekar. Lakukan penyemprotan pupuk hingga daun kembali pulih dan kembalikan pola penyemprotan menjadi normal.
Baca juga: Cara Menggoreng Cabai Agar Tidak Meletus, Gunakan Sedikit Minyak dan Api Kecil
2. Penyakit daun keriting karena virus mosaik
Penyakit daun keriting karena virus mosaik lebih sulit diatasi karena pada kasus serangan yang parah, tanaman bisa mati gosong. Bercak warna kuning tentu juga akan mengurangi klorofil tanaman, sehingga mengganggu fotosintesis.
Langkah awal adalah dengan mengisolasi tanaman yang sudah terjangkit agar tidak menjadi inang vektor bagi tanaman yang sehat lainnya. Anda juga bisa membuang bagian daun yang sudah terkena serangan keriting mosaik.
Penyemprotan Abamektin tetap dilakukan guna mematikan vektor dari serangga. Kemudian, gunakan antivirus hidroksibenzoat yang akan mengobati tanaman dari bagian dalam jaringan.
Sebagian petani yang menggunakan sistem organik akan menggunakan air sari bawang putih untuk mengobati tanaman yang sakit. Namun demikian, efeknya tidak instan.
Yang paling penting adalah pemberian pupuk daun yang mengandung nitrogen dan ZPT Auxin serta Clorophil Stimulant secara teratur. Selain itu, gunakan juga ZPT Sitokinin yang mampu menghambat penuaan sel tanaman.
Baca juga: Resep Sop Daging Sapi Pedas Atau Sop Janda, Gunakan Cabai Rawit Utuh
Sumber: Kompas.com
Berita lain terkait Home and Garden