Tips Kesehatan
Alasan Makan Mie Instan Berdampak Buruk pada Kesehatan, Rendah Serat dan Protein
Satu porsi mie instan bisa mengandung natrium antara ratusan hingga ribuan miligram per 100 gram porsi.
Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa konsumen mie instan mengalami peningkatan asupan natrium dan kalori dibandingkan dengan konsumen non-mie instan.
Mie instan juga dapat meningkatkan risiko mengembangkan sindrom metabolik, suatu kondisi yang meningkatkan risiko:
- Penyakit jantung
- Diabetes
- Stroke.
Sebuah studi 2014 mengamati pola makan 10.711 orang dewasa.
Ditemukan bahwa makan mie instan setidaknya 2 kali seminggu meningkatkan risiko sindrom metabolik pada wanita.
Dalam sebuah studi lainnya terhadap 3.450 orang usia dewasa awal, menunjukkan mereka yang mengonsumsi mie instan dikaitkan dengan penurunan kadar vitamin D.
4. Rendah serat dan protein
Mengutip Healthline, makan mie instan yang rendah serat dan protein berpotensi meningkatkan berat badan.
Satu porsi mie instan kemungkinan besar tidak akan mengurangi rasa lapar atau kenyang.
Penting diketahui bahwa protein telah terbukti meningkatkan perasaan kenyang dan mengurangi rasa lapar, menjadikannya zat yang berguna dalam menjaga berat badan.
Serat adalah jenis mineral yang bergerak perlahan melalui saluran pencernaan, membantu meningkatkan perasaan kenyang, sekaligus meningkatkan penurunan berat badan.
Baca juga: Tips Memasak Mie Instan agar Lebih Nikmat, Tambahkan Keju atau Mayonais
Sumber: Kompas.com
Berita lain terkait Tips Kesehatan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/23102019_mi-instan.jpg)