Berita Merangin

Bendungan Raksasa Merangin Segera Dibangun, Sekarang Tahap Hitung Ganti Rugi

Pembangunan bendungan raksasa di Kabupaten Merangin yang ditargetkan selesai 2024 mendatang masih dalam tahap penghitungan ganti rugi lahan warga.

ist
Pembangunan bendungan raksasa di Kabupaten Merangin yang ditargetkan selesai 2024 mendatang masih dalam tahap penghitungan ganti rugi lahan warga. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Pembangunan bendungan raksasa di Kabupaten Merangin yang ditargetkan selesai 2024 mendatang masih dalam tahap penghitungan ganti rugi lahan warga.

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Merangin Hydro segera berdiri di aliran sungai Batang Merangin dan saat dalam tahap pembangunan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Merangin, Aspan menyebutkan bahwa proses pembangunan bendungan masih berlanjut.

Proses tersebut yakni penghitungan ganti lahan masyarakat yang termasuk dalam proyek tersebut.

"Pembangunan bendungan itu prosesnya masih berlanjut. Saat ini pengukuran lahan warga yang masuk dalam bendungan, sudah hampir final," ungkap Aspan.

Aspan menyebutkan jika proses penghitungan tersebut telah usai maka pihaknya akan melakukan pengkajian ganti rugi yang dalam areal.

Baca juga: Dua Nama Ini Akhirnya Direkomendasikan Partai Golkar Untuk Calon Wakil Bupati Merangin

"Harapannya, hasil penilaian nanti bisa diterima masyarakat. Karena saat ini kita menyesuaikan. Kalau dulu ganti rugi masih mengacu pada aturan lama. Tapi sekarang aturan ganti rugi itu sudah berobah dan harus mengacu pada PP tahun 2021," sebutnya.

Ganti rugi itu bukan hanya luas lahan dan juga ganti rugi pertanian warga melainkan sampai pada batang kayu yang dinilai layak jual didalamnya juga akan filakukan ganti rugi.

"Saya contohkan misal, jika dalam kebun masyarakat itu ada kayu meranti, nah ini juga akan diganti disesuaikan dengan aturan ganti rugi dan sampai harganya sudah tercatat disitu. Dan ini yang masih dihitung berapa banyak dan apa saja yang ada dalam lahan yang masuk proyek bendungan itu," jelas Aspan.

Saat ini proyek bendungan raksasa tersebut juga masuk dalam tahap pengurusan izin Amdal atau izin lingkungan yang harus dikeluarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Jambi.

"Beberapa waktu lalu, kita sudah bertemu dengan pihak Balai Nasional bersama Gubernur Jambi, untuk menindak lanjuti dan memaparkan pembangunan bendungan itu. Alhamdulillah ternyata saat ini bendungan itu sudah masuk dan tercatat dalam program Pemerintah Pusat," tuturnya.

Sedangkan terkait realisasi pembangunan Bendungan tersebut, sebut Aspan jika saat sudah masuk dalam tahap pengurusan Izin Amdal (izin lingkungan).

"Kalau luas keseluruhan itu lebih kurang 700 hektar yang akan dipakai. Tapi saat ini kita tengah mengurus izin Amdal di Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Jambi," tambahnya.

Dikethui bendungan raksasa sungai Merangin tepatnya di Simpang Parit Kecamatan Sungai Mana akan menghabiskan anggaran hampir 5,5 Triliun, dari anggaran awal yakninya Rp 3,3 Triliun menjadi Rp 5,5 triliun.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Merangin Kembali Muncul, Sudah Dua Orang Terpapar

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved