Tribun Wiki

Masyarakat Desa Aro Batanghari Berinovasi, Buat Berbagai Produk Makanan dari Olahan Ikan

Desa Aro Kecamatan Muara Bulian, Batanghari dikenal dengan julukan pusat sentra ikan nila.

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Musawira
Desa Aro Kecamatan Muara Bulian Batanghari dikenal dengan julukan pusat sentra ikan nila. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Desa Aro Kecamatan Muara Bulian dikenal dengan julukan pusat sentra ikan nila.

Desa yang letaknya dialiran Sungai Batanghari ini dimanfaatkan dengan baik masyarakat Bumi Serentak Bak Regam.

Bantaran sungai sebagai tempat budidaya ikan dengan cara keramba jaring apung, tentunya dengan memanfaatkan aliran sungai.

Setidaknya ada sekitar 1.200 unit keramba jaring apung tercatat pada 2021. Dalam perhari masing-masing keramba menghasilkan dua ton ikan nila segar.

Banyaknya jumlah ikan yang dihasilkan membuat warga desa memiliki inovasi usaha selain menjual ikan hidup ke pasar.

Adapun kerajinan yang dihasilkan terutama hasil olahan ikan berbentuk kerupuk, stik dan abon.

“Hasil olahan dari ikan nila dan patin, ada tiga produk, yaitu abon patin, kerupuk nila dan ikan asin nila. Kami hanya terkendala dengan modal, karena mengerjakan produk ini sesuai pesanan disaat hari-hari besar,” kata Rizqiah Pengusaha Olahan Ikan Desa Aro.

Sementara itu dia mengatakan pesanan meroket disaat hari raya idul fitri dan momen tertentu.

“Omset kami meningkat saat hari raya idul fitri. Bisa mencapai 100 kilogram, untuk abon disaat momen pameran dan lainya,” ucapnya.

Baca juga: JN Suami Anggota DPRD Batanghari yang Ditangkap Polda Jambi Atas Kasus Narkoba Tak Dipenjara

Dia dari pelaku usaha olahan ikan dari Desa Aro berharap kepada pemerintah untuk memberi wadah supaya bisa memperkenalkan produknya hingga ke luar daerah.

“Warga di sini, kaya dengan bahan olahan tetapi untuk pemasarannya belum bisa menjangkau berbagai daerah,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief dan Wakil Bupati Bakhtiar mendorong pelaku UMKM menggunakan e-Commerce dalam hal pemasaran produk-produk unggulan.

Daerah paling tua di Provinsi Jambi ini punya segudang produk UMKM unggulan.

Diantaranya kuliner khas gula aren, bandrek sari jahe, abon ikan patin, rengginang ubi, dendeng daun singkong, cokelat, saos sambal ganda sari, kletek ikan, stik udang bulian, kue bangkit, tepung mokap dan gula semut ujukoe.

"Pelaku UMKM akan dilatih supaya menggunakan teknologi, disamping mereka menyiapkan produknya dengan kemasan yang baik sesuai kehendak zaman saat ini. Melalui e-commerce dan menggunakan teknologi karena sudah kebutuhan zaman," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved