Berita Selebritis

Prilly Latuconsina Tak Tahu Aliando Syarief Alami Gangguan Kesehatan Mental: Nggak Berani Komentar

Namun Prilly Latuconsina ternyata tak mau bicara banyak terkait Alaindo Syarief yang alami gangguan kesehatan mental. Sejenis penyakit yang menyerang

Penulis: Rohmayana | Editor: Suci Rahayu PK
Kolase
Prilly Latuconsina dan Aliando Syarief 

TRIBUNJAMBI.COM - Nama Prilly Latuconsina memang masih sering dikaitkan dengan artis Aliando Syarief.

Hal ini lantaran keduanya pernah disebut-sebut pacaran saat membintangi sinetron 2017 lalu.

Hingga terkait dengan pengakuan Aliando Syarief beberapa hari yang lalu jika dirinya mengalami gangguan kesehatan mental, nama Prilly Latuconsina juga ikut dibawa-bawa.

Aliando Syarief melalui siaran langsung di akun instagramnya mengakui bahwa dirinya mengidap obsessive compulsive Disorder (OCD).

Sejenis penyakit yang menyerang kesehatan mental Aliando Syarief beberapa tahun terakhir.

Namun Prilly Latuconsina ternyata tak mau bicara banyak terkait hal tersebut.

Hal ini lantaran dirinya sudah lama tidak bertemu dengan Aliando Syarief.

Ia tak mau banyak berkomentar lantaran sadar jika isu kesehatan mental sangat sensitif.

Baca juga: Sandiaga Uno Puji Film Kukira Kau Rumah Saat Nobar Bareng Prilly Latuconsina

Baca juga: Harapan Ahok di Tahun Macan Air, Semakin Berani Menegakkan Kebenaran, Keadilan, Kejujuran

“Jujur aku nggak tahu apa-apa soal itu, jadi aku nggak berani komentar. Karena isu kesehatan mental itu sangat sensitif,” kata Prilly Latuconsina dilansir dari akun youtube Sianak Emas.

Ia juga tak mau terlalu banyak berbicara hingga akhirnya salah menyampaikan pendapat.

“Aku juga nggak mau salah ngomong, karena aku juga nggak tahu diagnosanya apa,” jelas Prilly Latuconsina.

Prilly Latuconsina juga menjelaskan melalui karya film terbarunya, yakni Kukira Kau Rumah bahwa sakit kesehatan mental itu tidak bisa didiagnosa sendiri.

“Makanya di film ini kita juga mau ngasih tahu bahwa kita jangan menyiksa diri sendiri atau jangan juga mendiagnosa orang lain,” tutur Prilly Latuconsina.

Karena jika seseorang bukan psikiater atau psikolog maka tidak berhak untum mendiagnosa seseorang.

“Loh kayaknya ini deh, orang moodnya beda dikit langsung dibilang Bipolar. Nggak bisa gitu harus ke psikiater,” ujar Prilly Latuconsina.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved