Anggota Geng Motor Ditangkap

Polisi Akhirnya Tangkap Gembong Geng Motor di Kota Jambi, Ternyata Ada 3 Kelompok

Tim gabungan Satreskrim Polresta Jambi dan Polda Jambi akhirnya berhasil meringkus 12 anggota geng motor yang terlibat sejumlah serangan di Kota Jambi

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Teguh Suprayitno
tribunjambi/aryo tondang
Pres release penangkapan 14 anggota geng motor yang meresahkan warga Kota Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Usai melakukan patroli skala besar, tim gabungan Satreskrim Polresta Jambi dan Polda Jambi akhirnya berhasil meringkus 12 anggota geng motor yang terlibat dalam sejumlah serangan di Kota Jambi.

Tidak hanya itu, petugas juga turut mengamankan 2 pelaku, yang merupakan penadah barang-barang hasil rampasan pelaku.

"Total ada 14 kita amankan, 2 merupakan penadah," kata Kapolresta Jambi Kombes Pol Eko Wahyudi, saat pres rilis di Mapolresta Jambi, Kamis (27/1/2022) sore.

Mirisnya, para pelaku masih usia pelajar sekolah menengah pertama (SMP) yakni rata-rata usia 15-16 tahun.

Eko menjelaskan, belasan pelaku terdiri dari 3 kelompok, yakni, kelompok Flamboyan, Kelompok Selincah dan Kelompok Bougenvil.

Di mana, setiap kelompok memiliki motif dan tujuan yang berbeda saat melakukan aksinya.

Untuk kelompok Bougenvil, dikepalai oleh seorang pelaku berinsial AY (19), kelompok ini, kata Eko, terlibat di tiga kejadian besar, yakni pembacokan di Aurduri pada 22 Desember 2021 lalu, dengan korban mengalami luka bacok di tangan.

Baca juga: Ketua Geng Motor di Kota Jambi Ditembak Polisi, Pesan Begini untuk Temannya: Tobatlah

Kemudian, kejadian di Mayang Ujung, di mana pelaku merampas Handphone milik tiga wanita yang sedang berteduh dari hujan, di masjid, dan pembacokan di kawasan Tugu Keris, Kotabaru, pada 23 Januari 2022 dengan seorang korban wanita, yang mengalami luka bacok di kepala.

AY menjadi eksekutor sekaligus otak di balik rentetan serangan tersebut. Saat diamankan, AY mencoba melakukan melarikan diri, dan melakukan perlawanan terhadap petugas sehingga diberi tindakan tegas dan terukur.

Kali kanannya dihadiahi timah panas petugas, hingga akhirnya berhasil dilumpuhkan.

Tidak hanya itu, AY juga merupakan residivis, kasus pencurian. Kata Eko, AY sudah dua kali merasakan dinginnya di balik jeruji besi.

Sementara itu, untuk Kelompok Flamboyan dan Kelompok Selincah, kata Eko, lebih mengarah pada kenakalan remaja yang ekstrim. Di mana, dua kelompok ini melakukan serangan hanya untuk kesenangan dan mendapat pengakuan dari masyarakat.

Baca juga: Tak Kapok Ditangkap Polisi, Kapolresta Jambi Pastikan 11 Anggota Geng Motor akan Diproses Hukum

Serangan di sebuah warung sate, di kawasan Simpang Mayang, beberapa waktu lalu, juga dilakukan oleh Kelompok Flamboyan ini.

"Jadi pelaku kita amankan dalam satu hari yakni pada Selasa 25 Januari, mereka kita tangkap dalam satu hari atau hari bersamaan yang dipimpin oleh Kasatreskrim Polresta Jambi di lokasi yang berbeda-beda," jelas Eko.

Proses penangkapan ini, kata Eko merupakan respon dari pihak Kepolisian terkait keluhan masyarakat atas serangan geng motor yang meresahkan.

Selain tim gabungan dari Satreskrim Polresta Jambi dan Dirreskrimum Polda Jambi, proses penangkapan ini juga turut melibatkan tim dari Cyber Crime Polda Jambi, untuk menyelidiki jaringan dan komunikasi para kelompok ini.

Baca juga: Pemuda di Kota Jambi Diserang 4 Anggota Geng Motor, Langsung Dibacok Pakai Samurai

"Ya kita pantau dari Cyber Crime, bagiaman komunikasi mereka dan lakukan penyelidikan hingga proses penangkapan," tutup Eko.

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved