Proses Panjang Usaha Batu Putih di Sarolangun

Di sepanjang jalan lintas Sumatera Sarolangun desa Muara Danau dan Lubuk Sepuh banyak ditemui para penjual batu putih karungan. Salah satunya Soliha.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Rifani
Soliha (56) warga Muara Danau, Kecamatan Pelawan, Kabupaten Sarolangun tetap menggeluti usahanya menjual batu koral yang dia mulai sejak 2007. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Di sepanjang jalan lintas Sumatera Sarolangun desa Muara Danau dan Lubuk Sepuh banyak ditemui para penjual batu putih karungan. Salah satunya Soliha (56).

Dia menyebutkan, ia mendapatkan batu itu dari para penambang batu putih di aliran sungai Batang Asai yang terletak di Kecamatan Pelawan.

Mayoritas warga di desa tersebut berkerja sebagai penambang batu. Mereka akan menjualnya pada pengepul batu macam Soliha.

Dia menjelaskan, bahwa proses penambangan batu hingga dikemas dalam karung lumayan panjang.

"Kita beli dari para penambang batu di aliran sungai mengunakan mesin, lalu dibawa ke pengepul di beberapa titik di Desa Muara Danau dan Lubuk Sepuh,"  katanya, Minggu (16/1/2022).

Lanjutnya, kemudian para warga membersihkan batu digosok-gosok mengunakan air hingga pasir dan tanah terpisah menjadi bersih.

Lalu batu yang telah dibersihkan tersebut rendam beberapa saat dengan cuka, setelah putih dan kering dimasukkan ke dalam karung kemudian dijual.

Baca juga: Pahit Manis Kisah Soliha Penjual Batu Koral Karungan di Sarolangun

Baca juga: Kecelakaan Maut di Sarolangun, Pengendara Honda Sonic Tewas Tabrak Truk di Mandiangin

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved