Breaking News:

Kemacetan di Tanjabtim

Kemacetan di Tanjabtim Jebak Sopir Hingga 3 Hari, Terpaksa Mandi dan Tidur di Antrean

Berita Tanjabtim-Antrean kendaraan truk kembali terjadi di Kelurahan Sabak Ulu Kecamatan Muara Sabak Timur Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Nani Rachmaini
ABDULLAH USMAN/TRIBUNJAMBI.COM
Terjebak Macet Hingga 3 Hari, Sopir Terpaksa Mandi dan Tidur Di Antrian di Desa Siau, Tanjabtim, 11 Januari 2022 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Antrean kendaraan truk kembali terjadi di Kelurahan Sabak Ulu Kecamatan Muara Sabak Timur Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), beberapa sopir terpaksa harus mandi dan menginap di jalanan, Selasa (11/1/2022).

Setelah terjebak selama sehari semalam di Desa Siau Kecamatan Sabak Timur, lagi lagi para sopir harus menerima kenyataan pahit kembali harus menginap dua hari lagi di kecamatan yang sama.

Hal tersebut dikarenakan, beberapa ruas jalan di Kecamatan Muara Sabak Timur ini mengalami kerusakan cukup parah, sehingga tidak sedikit kendaraan truk terjebak dan menginap.

Dikatakan Ahmad (43) salah satu sopir truk menuturkan, sejak berangkat pada Sabtu sore kemarin hingga hari ini masih terjebak di antrean.

"Bukan cuman makan bae, tidur dan mandi pun sudah di antrean ni, " ujarnya.

Dikatakan nya pula, sebelumnya dirinya dan beberapa rekan lainnya sudah terjebak macet dan menginap di Desa Siau. Lagi lagi kali ini harus kembali terjebak macet.

Hal senada juga dikatakan Ambo (52) sopir truk menuturkan, dirinya merasa pasrah dengan hasil jual kali ini.

Asalnya memang selain sudah lama terjebak juga perubahan cuaca tentu sangat berdampak pada buah TBS.

"Kalo sudah kayak gini dak tau lagilah macam mana bentuk buah di mobil tu, " keluhnya.

Lanjutnya, dengan terjebak di jalan selama tiga hari ditambah guyuran hujan dan panas tentu berdampak pada kualitas buah yang akan dijual. Juga berdampak pada nilai jual di pabrik nanti.

"Kalo sudah tiga hari tentulah kondisi buah mulai rontok. Kalo sudah gini tentu pengaruh pada harga jual, " jelasnya.

Ditambah dengan kondisi buah yang sudah kurang segar ini, tentu tidak semua perusahaan mau menerima. Ada beberapa perusahaan yang memang menolak untuk mengambil meski ada juga yang masih mau.

"Karena tidak sedikit yang rontok ketika diangkat, " tandasnya. (usn)

Baca juga: Semrawut, Antrean Kendaraan Perparah Kemacetan di Desa Siau Tanjabtim

Baca juga: Macet Total di Jalur Tembesi-Bulian, Volume Kendaraan Padat Didominasi Truk Batu Bara

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved