Editorial
Memanusiakan ODGJ, Tidak Hanya Sekadar Menertibkan
SEBANYAK 97 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terjaring di Kota Jambi sepanjang 2021 lalu. Artinya, itu rata-rata ada 8 orang per bulan yang dijaring.
SEBANYAK 97 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terjaring di Kota Jambi sepanjang 2021 lalu. Artinya, itu rata-rata ada 8 orang per bulan yang dijaring.
Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Noviarman mengatakan ODGJ ditangani berdasarkan dari data yang ada.
Penjaringan ODGJ berdasarkan laporan masyarakat melalui call center 112, ataupun dari satgas atau trantib kecamatan.
Usai terjaring, mereka selanjutnya akan diteruskan ke Rumah Sakit Jiwa agar mendapatkan penanganan secara medis. Tak hanya itu, asal-usul mereka pun nantinya akan ditelusuri setelah mereka bisa diajak berkomunikasi dengan baik.
Keberadaan ODGJ di tempat-tempat umum memang cukup meresahkan. Tidak hanya mengganggu keamanan dan kenyamanan warga, keberadaan mereka juga mengganggu estetika kota.
Meski 2021 Indonesia termasuk Kota Jambi ‘dihajar’ habis-habisan oleh Covid-19, upaya menertibkan ODGJ tetap menjadi prioritas ditandai dengan adanya penganggarannya.
Sehingga mereka bisa diamankan untuk menjalani penanganan medis.
Seperti kita tahu Covid-19 telah mengalihkan banyak anggaran untuk penanganan pandemi tersebut. Dalam kondisi ini, ada anggaran tertentu yang dihapus karena dianggap tidak atau belum prioritas.
Syukurlah penanganan ODGJ tetap menjadi prioritas.
Apakah proses memanusiakan itu dianggap selesai jika telah mendapat penanganan medis? Seperti kita tahu, meski telah sembuh tidak semua kalangan bisa menerima mereka selayaknya orang normal kembali. Makin miris, ketika penolakan itu justru datang dari keluarganya sendiri.
Baca juga: Pamerkan Hasil Kerajinan, RSJ Jambi: ODGJ Bisa Pelatihan Rehabilitasi Ketika Sudah Proses Tenang
Syukurnya proses memanusiakan itu berlanjut di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) yang memberikan kesempatan mereka berkreasi membuat kerajinan.
Hasil karya mereka dipamerkan pada Pameran dan Bazar UMKM dalam rangka HUT ke-65 Provinsi Jambi di lapangan Kantor Gubernur Jambi.
ODGJ sudah bisa pelatihan rehabilitasi ketika sudah proses tenang.
Dirut RSJ Provinsi Jambi, Firmansyah mengatakan yang dipamerkan merupakan hasil pelatihan untuk rehabilitasi ODGJ. Pelatihan untuk rehabilitasi ODGJ itu banyak, diantaranya seperti kerajinan tangan, pertanian, tenun, membuat telur asin dan lain sebagainya dengan bimbingan instruktur yang ada di rehabilitasi.
ODGJ yang sudah bisa dilakukan proses pelatihan untuk rehabilitasi yaitu ODGJ yang sudah dalam proses tenang.