Breaking News:

Berita Tanjabtim

Menu Es Cinta di Tempat Nongkrong Sabak Barat Tanjabtim Ini Buat Pengunjung Ketagihan

Tempat nongkrong asik sembari menikmati kuliner masih sulit ditemui di Tanjabtim, berangkat dari peluang tersebut Adel (37) warga Tanjabtim sukses men

Tribunjambi/Abdullah Usman
Tempat nongkrong asik sembari menikmati kuliner masih sulit ditemui di Tanjabtim. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Bermodal pinjaman dari teman, Adel (37) berhasil ciptakan tempat tongkrongan menarik di Kelurahan Talang Babat Kecamatan Sabak Barat Kabupaten Tanjabtim sejak tiga tahun terakhir.

Tempat nongkrong asik sembari menikmati kuliner masih sulit ditemui di Tanjabtim, berangkat dari peluang tersebut Adel (37) warga Tanjabtim sukses menciptakan tempat tongkrong asik yang menjadi favorit kaula milenial.

Dikatakan Adel, sebelum memiliki tempat yang menarik dan digemari kaula muda ini. Dirinya empat berpindah pindah kios selama Tiga Kali.

"Meski sudah beberapa kali pindah, namun pelanggan awal tetap setia dimanapun kita berada. Ditambah saat ini ada spot favorit yang kita sediakan bagi kaum milenial, " ujarnya, Kamis (30/12/2021).

Tempat nongkrong yang dirintisnya bersama sangat suami tersebut diberinama Cafe Mini Es Cinta, meski pada awalnya hanya bernama Cafe Mini, karena memang tempatnya sangat mini.

"Sebenarnya Es Cinta itu merupakan salah satu menu yang kita sajikan, namun para pengunjung yeng menambahkan Nama Cafe Mini ini Menjadi Cafe Mini Es Cinta, " tuturnya.

Sebenarnya, menu Es Cinta yang cukup fenomenal itu sendiri sama seperti Es Campur pada umumnya. Hanya saja dalam penyajiannya sedikit lebih unik dengan variasi bentuk love yang banyak digemari anak muda.

Sedangkan menu unggulan Cafe ini sendiri merupakan sajian ayam geprek, yang memang memiliki racikan bumbu, dan pembuatan sambal yang khas dan menjadi racikan rahasia tersendiri dan banyak di minati pengunjung juga.

Dirinya juga berbagi pengalaman, dimana pada saat awal membuka usaha cafe mini tidaklah mudah. Dirinya terpaksa harus meminjam uang untuk modal usaha dari teman temannya.

Dengan tekat kuat dan kegigihan, lambat laun usaha dari nol yang dirintisnya berjalan baik seiring waktu. Meski bagi usahawan pemula di awal usaha memang banyak ujian yang memang menguji kesabaran.

"Namanya baru buka ya mas, kadang sedikit laku bahkan tekor. Sempat hampir nyerah namun karena semangat kita bisa melaluinya, " tuturnya.

Seperti pelaku usaha pada lainnya, masa pandemi juga sangat berpengaruh pada pendapatan bagi usaha menjajakan makanan dan tempat nongkrong.

"Pada masa pandemi setahun lalu usaha kita sempat mengalami keterpurukan, dari penghasilan perhari bisa mencapai Rp 1,2 juta perhari turun drastis menjadi Rp 600 ribu, " ujarnya.

"Kaget dan hampir nyerah udah pasti, namun berkat niat awal tadi akhirnya perlahan kembali bangkit, " tandanya.

Baca juga: Pos PAM Geragai Tanjabtim Sudah Vaksinasi 200 Orang Lebih Sejak 24 Desember 2021

Baca juga: PetroChina Jabung Ltd Dan SKK Migas Bersama Pemkab Tanjabtim Serahkan Bantuan Beasiswa Siswa SD-SMA

Baca juga: BPBD Tanjabtim Catat 183 Rumah Hangus Terbakar Sepanjang Tahun 2021

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved