Breaking News:

52 Pasangan di Merangin "Terobos" Undang Undang Demi Bisa Menikah, Ini Sebabnya

Sebanyak 52 pasangan muda di Kabupaten Merangin mendaftarkan diri di Pengadilan Agama Bangko untuk mendapatkan tiket menikah yakni Dispensasi Kawin.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Darwin
Pengadilan Agama Bangko. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Sebanyak 52 pasangan muda di Kabupaten Merangin mendaftarkan diri di Pengadilan Agama Bangko untuk mendapatkan tiket menikah yakni Dispensasi Kawin (DK).

Dispensasi Kawin merupakan pemberian ijin untuk menikah kepada masyarakat yang belum mencukupi umur sesuai Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 perubahan Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 Tentang Perkawinan.

Berdasarkan data yang diperoleh Tribunjambi.com dari Pengadilan Agama Bangko bahwa hingga akhir November 2021 pengajuan DK sebanyak 52 pasangan.

Kepala Pengadilan Agama Bangko melalui Panitera Muda Hukum, Romi Herusman Saputra menyebutkan bahwa jumlah perkara masuk di PA Bangko hingga saat ini sebanyak 601 perkara. Dari perkara itu untuk kasus perceraian sebanyak 468 perkara. 

Perceraian itu didominasi diajukan oleh pihak perempuan atau disebut cerai gugat (CG) dibandingkan oleh laki laki atau cerai talak (CT).

Untuk perkara perceraian didominasi diajukan pihak perempuan dengan jumlah cerai gugat sebanyak 370 perkara sedangkan cerai talak 98 perkara.

Baca juga: Sambut Tahun Baru, Pemkab Muarojambi akan Lakukan Operasi Pengamanan di Tempat Wisata

Sedangkan permohonan dalam mendapatkan persetujuan untuk melangsungkan pernikahan juga mengalami peningkatan. 

"Pasangan yang mengajukan dispensasi kawin (DK) di Pengadilan Agama Bangko ada 52 pasangan. Mereka rata rata usia 17 tahun hingga 18 tahun," ujarnya. 

Disebutkannya, selain dari faktor umur yang tidak sesuai Undang-Undang yang mengharuskan 19 tahun untuk menikah, terdapat alasan lainnya.

Diantaranya berkaitan dengan pola pikir masyarakat yang beranggapan bahwa umur 17 tahun sudah cukup matang untuk menikah.

"Alasannya mereka, pangan yang berusia 17 sampai 18 tahun sudah merasa matang dan siap untuk menikah. Sehingga mereka mengajukan DK ke PA Bangko," ujarnya.

Baca juga: Heboh Kasus Predator Anak, Pelaku Beri Iming-Iming Uang dan HP, Ini Kata UPTD PPA Provinsi Jambi

Selain itu juga terdapat faktor lainnya, seperti terlanjurnya atau pasangan tersebut menjalani hubungan diluar norma yang berlaku. Sehingga pihak perempuan sebelum menikah terdapat yang hamil terlebih dahulu.(Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved