Breaking News:

Heboh Kasus Predator Anak, Pelaku Beri Iming-Iming Uang dan HP, Ini Kata UPTD PPA Provinsi Jambi

Masyarakat Jambi dihebohkan dengan kasus predator seks anak asal Jakarta yang melancarkan aksi bejatnya kepada 13 anak perempuan asal Jambi.

Penulis: Monang Widyoko | Editor: Teguh Suprayitno
Shutterstock via Kompas.com
UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Jambi tanggapi kasus predator anak. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Masyarakat Jambi dihebohkan dengan kasus predator seks anak asal Jakarta yang melancarkan aksi bejatnya kepada 13 anak perempuan asal Jambi.

Menanggapi hal itu UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Jambi langsung mencari tahu kasus tersebut dan memastikan bahwa anak-anak tersebut mendapat pendampingan.

"Saat ini UPTD PPA Kota Jambi sudah bertemu dengan para korban dan sudah didampingi. Tinggal menunggu proses selanjutnya di kepolisian," ungkap Asi Novrini Kepala UPTD PPA Provinsi Jambi, Selasa (28/12/2021)

Ia mengatakan data yang pihaknya dapatkan saat ini masih belum lengkap. Pasalnya terdapat 13 orang korban, namun dirinya baru mendapat data sembilan orang.

"Sementara ini kami belum menemui korban sampai berjumlah 13 orang. Untuk jumlah korban kami belum menerima data pastinya ada berapa orang. Karena saya sudah cek ke PPA Kota Jambi, di Polda baru ada empat orang dan di Polresta ada lima orang. Jadi baru sembilan orang. Itu belum terinci semuanya," paparnya.

Dirinya juga mengatakan, kasus ini langsung dipantau oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI dan mempercayai kasus ini oleh pihak PPA Provinsi Jambi dan Kota Jambi.

Baca juga: Predator Anak yang Ada di Sekitar Kita

Melihat kasus ini, dirinya menilai betapa pentingnya peran orang tua di rumah untuk menjaga anaknya. Bahkan faktor ekonomi tidaklah menjadi permasalahan utama.

Terutama ketahanan keluarga agar memberikan pelajaran kepada anak. Sebab ia mengatakan pendidikan awal anak-anak adalah pendidikan di rumah bersama orang tua.

"Peran orang tua sangat penting di sini, bagaimana bisa menjaga anak-anaknya. Karena pendidikan pertama anak-anak adalah di rumah bersama orang tua," katanya.

Dirinya tak menampik adanya faktor ekonomi dalam kasus ini. Sebab anak-anak tersebut diiming-imingi uang dan handphone.

"Tidak mesti semua berkaitan dengan uang, ketika anak mendapatkan perhatian yang baik serta ketahanan keluarganya kuat, tentu ini tak akan terjadi. Memang sebagai orang tua harus kerja keras untuk keluarga terutama untuk anak," ujarnya.

Baca juga: SIMAK PP Aturan Kebiri Kimia yang Diterbitkan Presiden Jokowi, Buat Jera Para Predator Anak

Dirinya juga berharap dengan semua pihak agar kasus seperti ini tak lagi terjadi di Jambi. Apabila ini murni faktor ekonomi, maka pihaknya tak bisa bekerja sendirian. Ia juga mengharapkan bantuan dari pihak-pihak terkait. 

"Melihat kasus ini memang ada faktor ekonomi, dan ini kompleks, tentu tak bisa hanya dari PPA saja. Yang bisa kami lakukan hanyalah untuk menjaga ketahanan keluarganya," jelasnya.

"Tentu ini juga ada faktor eksploitasi anak, dan ada orang yang meraup keuntungan dari ini. Yang kemudian menghilangkan hak-hak sang anak," pungkasnya.

Baca juga: Gadis 15 Tahun di Aceh Disekap, Diperkosa 14 Pria, Dua Hari Giliran

(Tribunjambi.com/Widyoko)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved