Viral di Medsos, 4 Pemalak Sopir Truk di Bungo Ditangkap Polisi, Tapi Tak Ditahan

Pemalakan sopir truk yang melintasi kawasan Jalan perusahaan, Dusun Talang Silungko, Kecamatan Bathin II Pelayang, Bungo ditangkap Polisi.

Penulis: Muzakkir | Editor: Teguh Suprayitno
Viral di Medsos, 4 Pemalak Sopir Truk di Bungo Ditangkap Polisi, Tapi Tak Ditahan
TRIBUNJAMBI/HERU PITRA
ilustrasi pemalakan sopir truk.

Laporan Wartawan Tribunjambi Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO -- Setelah viral dimedia sosial, akhirnya pelaku pemalakan sopir truk yang melintasi kawasan Jalan perusahaan, Dusun Talang Silungko, Kecamatan Bathin II Pelayang, Kabupaten Bungo (KM 44) diamankan polisi.

Polisi berhasil mengamankan empat orang pelaku. Yakni AR (49, YO (43), SA (30) dan JN (25). Semuanya merupakan warga Dusun Talang Silungko itu sendiri.

Mereka diamankan ditempat mereka melakukan aksinya. Dari keterangan pelaku, mereka mengakui jika telah berbuat hal seperti itu, yaitu memalak para sopir.

"Keempat pelaku merupakan warga dusun Talang Silungko, mereka sudah mengakui kalau orang yang ada di dalam vidio di medsos benar mereka," kata Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro.

Untuk diketahui, baru-baru ini aksi pemalakan sopir truk di KM 44 jalan perusahaan Dusun Talang Silungko, Kecamatan Bathin II Pelayang, Kabupaten Bungo viral dimedia sosial.

Baca juga: 35 Kali Operasi SAR Sepanjang 2021, Basarnas Jambi Selamatkan Nyawa 125 Korban

Pelaku memalak setiap mobil yang melintas dikawasan setempat. Dalam video yang beredar, satu mobil truk harus merogoh kocek yang cukup banyak ketika hendak melintas dikawasan tersebut.

Para sopir mengeluhkan dengan banyaknya pemalak. Dalam satu kali perjalanan, lebih dari lima orang yang memalak mereka. Lokasinya tidak berjauhan, mereka beroperasi sekitar belasan meter dari pemalak lainnya.

Video yang beredar tersebut menunjukkan jika pemalak tersebut tak hanya dilakukan oleh orang dewasa, namun juga dilakukan oleh anak-anak.

"Ada bocah juga gaes. Kita kasih aja, kasihan," kata sopir dalam video tersebut.

Tak hanya banyaknya pemalak, sopir juga mengeluhkan dengan mahalnya harga air mineral. Satu botol air mineral yang harga normalnya Rp 5 ribu, disana dijual oleh masyarakat sebesar Rp 10 ribu.

Baca juga: Korban Banjir Sungai Penuh Mulai Terserang Gatal-gatal

Video yang menyebar tersebut membuat warganet murka. Mereka meminta agar pihak kepolisian menindak tegas pelaku pemalakan tersebut, karena ini sangat meresahkan sekali.

"Ngeri sekali. Satu daerah bisa banyak gitu yang malak. Semoga polisi segera menindak tegas pelaku pemalakan," kata warganet. (*)

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved