Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Hidup Rukun dan Mendapat Berkat dari Tuhan
Bacaan ayat: Mazmur 133:1 (TB) Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
Hidup Rukun dan Mendapat Berkat dari Tuhan
Bacaan ayat: Mazmur 133:1 (TB) Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
Oleh Pdt Feri Nugroho
Ada ungkapan dalam Bahasa Jawa menyatakan, 'Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah'. Terjemahan bebasnya, bahwa rukun itu membawa sentosa / damai, pertikaian akan membuat atau membawa kehancuran atau kerusakan.
Ungkapan tersebut sarat makna. Setiap orang diingatkan bahwa kerukunan itu penting untuk membangun kehidupan.
Bukankah sejak awal Adam dan Hawa di taman Eden hidup rukun? Rukun di taman Eden ditandai dengan adanya damai.
Bukan hanya damai dengan Allah sebagai Pencipta, namun juga damai dengan diri sendiri, sesama dan ciptaan yang lain. Pembenaran yang menyatakan, 'Cukuplah jika damai dengan Allah!', ternyata damai yang timpang.
Hukum Kasih menyejajarkan bahwa mengasihi Allah dan sesama adalah dua hukum yang seakan bertingkat namun sebenarnya sama kualitasnya.
Kasih pada Allah dan sesama menjadi dua sisi dari satu mata uang. Mengasihi Allah akan terlihat dalam tindakan hidup yang mengasihi sesama.
Penulis Mazmur terinspirasi dari arak-arakan umat menuju Bait Allah setiap tahunnya pada waktu tertentu.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Menemukan Berkat Tuhan dalam Segala Perkara
Paskah, menjadi peringatan sentral bahwa mereka dari berbagai pelosok penjuru tempat tinggal, berduyun-duyun menuju Yerusalem untuk beribadah di Bait Allah.
Mereka bisa berhari-hari di perjalanan, berjumpa dengan kerabat dan sanak saudara.
Dan indahnya, arak-arakan ini diwarnai dengan kerukunan: satu tujuan yang sama yaitu berjumpa dengan Allah dalam ibadah.
Dalam perjalanan panjang tersebut, sangat wajar jika mereka berbincang. Bercerita tentang pengalaman hidup, berbagi bekal makanan, bahkan memuji Allah dalam nyanyian.
'Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!', demikian penulis Mazmur memulai syair lagunya. Sebuah keindahan tercipta ketika kerukunan ada.
Tidak hanya berhenti sampai disitu. Kerukunan membawa kedamaian yang membuat berkat Allah mengalir deras. Minyak urapan di kepala Harun menjadi gambaran berkat yang terus mengalir tiada henti.
Embun Gunung Hermon yang menuju Bukit Sion menjadi gambaran berkat yang selalu ada disepanjang perjalanan hidup. Hal itu terjadi karena Allah-lah sumber berkat yang sesungguhnya bagi kehidupan yang diwarnai damai.
Syair pemazmur memberikan inspirasi bagi kita hari ini untuk hidup dengan rukun. Rukun dapat dimaknai sebagai hidup dalam damai, dan ketika ada damai maka segala hal yang terjadi akan menjadi berkat.
• Renungan Harian Kristen - Melakukan Kehendak Allah dan Hidup Kekal
Menu makanan sederhana di meja akan mengenyangkan dan menjadi berkat apapbila dinikmati dalam damai.
Sementara menu mewah akan terasa hambar jika yang ada disekitarnya sedang bermusuhan, saling menyimpan amarah, prasangka dan kebencian.
Penulis Amsal memberi ide kreatif ketika ia menulis, 'Lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lembu tambun dengan kebencian.'
Sepiring sayur cukuplah menjadi berkat jika dinikmati dalam kerukunan. Karena lembu tambun sebagai lauk pauk tidak akan mengenyangkan jika ada kebencian.
Rukun lah..
Amin
Renungan harian oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/23052021-renungan1.jpg)