Jumat, 17 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Melakukan Kehendak Allah dan Hidup Kekal

Bacaan ayat: 1 Yohanes 2:17 (TB) Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamany

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @ferinugroho77
Pdt Feri Nugroho 

Melakukan Kehendak Allah dan Hidup Kekal

Bacaan ayat: 1 Yohanes 2:17 (TB) Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Oleh Pdt Feri Nugroho

Segala hal indah yang ingin dimiliki manusia dalam hidup akhirnya akan hilang ketika maut menjemput. Hanya beberapa saat setelah ajal menjemput, segala hal yang indah padanya akan dicabut.

Tubuh indah yang dirawat dann dikagumi berubah nama menjadi jenazah. Menanti saat dimakamkan, haknya atas rumah telah dicabut.

Jenazah hanya menginap di rumahnya sendiri. Atau harus beralih ke rumah duka karena dinilai merepotkan ketika masih harus di rumah. Perlahan namun pasti, segala bukti kepemilikan harta benda sebagai hasil jerih lelah, satu demi satu mengalami balik nama. Masih beruntung jika tidak diperebutkan oleh ahli waris atau orang-orang yang merasa berhak.

Apa yang tersisa? Hanya tersisa kenangan bagi mereka yang merasakan kasih dan pertolongannya. Kenangan tentang kebersamaan dalam canda dan tawa yang dibalut dalam kasih sebagai pengikat.

Tepatlah jika Yohanes memberikan peringatan, 'Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya.'

Segala keindahan yang dapat dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan dinikmati sebagai hal yang menyejukkan, pada akhirnya akan lenyap.

Segala hal yang terikat dalam ruang dan waktu akan berakhir dengan kebinasaan sehingga tempatnyapun tidak mengenalnya lagi.

Apakah itu berarti segala yang kita miliki harus kita buang? Bukankah mandat untuk menguasai, mengelola dan menaklukkan bumi masih berlaku meskipun manusia telah jatuh dalam dosa?

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Menikmati Hidup Milik Tuhan

Berpijak pada mandat tersebut, sebenarnya membawa kita untuk memposisikan bumi dan segala isinya berada dibawah kendali manusia; isi bumi meliputi harta benda dan segala hal yang bisa dinikmati oleh panca indera selayaknya ditempatkan dibawah kuasa dan kendali manusia.

Faktanya, bumi dan segala isinya masa kini telah beralih posisi, yaitu pada posisi menguasai manusia.

Untuk itulah diperlukan pemahaman yang benar dalam menemukan hal yang tidak bisa binasa. Yohanes menemukan bahwa kasihlah yang kekal.

Kasih itu yang dikehendaki oleh Allah untuk dilakukan manusia di sepanjang sejarah hidupnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved