Rabu, 22 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Sosok Rahmadi Suqron Kades Termuda di Batanghari, Aktif Dalam Organisasi

Pria kelahiran 15 Januari 1995 ini menjadi Kades termuda di Kabupaten Batanghari yang telah dilantik oleh Bupati Batanghari.

Penulis: A Musawira | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Musawira
Rahmadi Suqron Zazilah jabat Kades Ladang Peris, Kecamatan Bajubang diusia 26 tahun. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Sebanyak 59 Kepala Desa (Kades) yang tersebar di delapan Kecamatan se-Kabupaten Batanghari telah dilantik, Kamis (16/12/2021) kemarin.

Puluhan Kades tersebut terpilih dalam Pilkades serentak yang digelar 21 Oktober 2021 lalu. 

Dari pemilihan itu, sebanyak 59 Kades kini telah ditetapkan dan diambil sumpahnya oleh Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief di ruang pola besar Kantor Bupati.

Pria kelahiran 15 Januari 1995 ini menjadi Kades termuda di Kabupaten Batanghari yang telah dilantik oleh Bupati Batanghari.

Rahmadi Suqron Zazilah memimpin Desa Ladang Peris, Kecamatan Bajubang hingga periode mendatang diusianya yang masih 26 tahun.

Ia mampu memenangkan Pemilihan Kepala Desa mengalahkan dua pesaingnya.

“Allhamdullilah, hasil kemarin 1.067 suara dari jumlah DPT sebanyak 2.128 pemilih dengan partisipasi pemilih 86 persen, artinya yang memilih sekitar 1.800 orang. Hasilnya saya hampir menang di setiap TPS dari delapan TPS yang ada,” kata Rahmadi Suqron Zazilah, Jumat (17/12/2021).

Ia yang menempuh pendidikan S1 di Jakarta, melihat daerah sana sangatlah maju dibanding Pulau Sumatera. 

Setelah S1, ia pulang kampung dan melihat desanya, bisa dikatakan desa tertinggal.

Baca juga: Pemkab Batanghari Bakal Bangun 40 Unit Rumah Kebun Untuk Buruh Mudah Jangkau Areal Peremajaan Sawit

Ia yang juga lulus S2, aktif dalam kegiatan PMII itu belum pernah menjajaki birokrasi pemerintahan sekalipun baik itu menjabat di desa atau ditempat lain. Tetapi dirinya aktif dalam kegiatan organisasi baik itu gerakan Anshor dan NU.

“Dengan sumber daya yang saya anggap mampu dan hebat tentu saya punya harapan membangun desa ini. Berkat motivasi dari keluarga, teman-teman dan masyarakat untuk mendukung saya maju dalam Pilkades, Allhamdullilah hal itu menjadi motivasi saya sendiri untuk maju membangun desa ini,” katanya.

Setelah menyelesaiakn S1 pada 2017 lalu, disaat itu sudah terbesit ingin jadi kepala desa dengan melihat keterbatasan yang ada di desa.

Baca juga: 3 Hari Rumah Warga Tergenang Air, Kapolsek Sebut Banjir di Pauh Rutin Setiap Tahun

Dalam masa kampanye, ia selalu menyampaikan tiga isu yang menurutnya perlu ada terobosan. Pertama isu pendidikan, infrastruktur dan pendapatan di desa.

“Saya melihat bahwa warga Desa Ladang Peris itu menikah dininya banyak, karena pendidikan tidak ada di sana dan ekonomi masyarakat rendah. Kedua terkait infrasturktur dan fasilitas umum yang kurang memadai. Hampir 30 kilometer jalan di desa saya rusak,” katanya.

Baca juga: Polda Jambi Gerebek 8 Tempat Hiburan Malam, Dua Pengunjung Terbukti Kosumsi Narkoba

Terkahir, Kades Termuda ini bilang pendapatan desa. Dengan seluruh kemampuan yang ada di desa, kalaulah di buat aturan Perdes atau aturan lainya maka masalah retrubusi dan hasil bumi bisa dikelolah dengan baik.

“Dengan hasil perolehan suara ini saya optimis, sebab setengah lebih dari DPT itu memilih saya, bahkan mayoritas itu dari pemuda atau kaum milenial,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved