Breaking News:

3 Hari Rumah Warga Tergenang Air, Kapolsek Sebut Banjir di Pauh Rutin Setiap Tahun

Banjir yang terjadi di Desa Sepintun Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun sudah berangsur surut setelah beberapa hari merendam rumah warga.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Rifani
Kapolsek Pauh AKP Maskat Maulana meninjau lokasi banjir di Desa Sepintun. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN -Banjir yang terjadi di Desa Sepintun Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun sudah berangsur surut setelah beberapa hari merendam rumah warga.

Kapolsek Pauh AKP Maskat Maulana berkata, dirinya dan anggota melakukan peninjauan ke lokasi terdampak banjir di Desa Sepintun dikarenakan intensitas curah hujan yang tinggi.

"Telah dilakukan peninjauan lokasi yang terdampak banjir di sebagian lokasi Desa Sepimtun Kecamatan Pauh yang memasuki hari ke tiga," ungkapnya, Jum'at (17/12/2021).

Lanjutnya, ada 3 titik lokasi yang terdampak banjir yang merupakan daerah dataran terendah di Desa Sepintun dan saat ini sudah mulai surut. Saat ini ketinggian air sampai batas mata kaki.

"Akibat dampak banjir tersebut tidak ada korban jiwa, hanya berupa rumah warga yang terendam. Sumber banjir akibat intensitas curah hujan yang tinggi dan penyempitan jalur air yang melintasi box cluvert menuju anak sungai," jelasnya.

Dia menambahkan, banjir yang terjadi merupakan kejadian rutin tahunan, terjadi manakala intensitas curah hujan yang tinggi.

"Perubahan lahan dari hutan produksi yang di tumbuhi pohon besar sebagai penyangga hujan berubah menjadi lahan tanaman rakyat perkebunan mengakibatkan air hujan yang turun mengalir langsung ke pemukiman warga," ungkapnya.

Baca juga: Puluhan Koperasi di Sarolangun Tak Aktif, Pemkab akan Turun Lakukan Pengecekan

Baca juga: Polisi Menilai Sarolangun Butuh Rumah Aman Bagi Korban Rudapaksa dan Aksi Cabul

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved