Breaking News:

Berita Tanjabtim

Ekspor Perdana di Pelabuhan Samudera Tanjabtim Masih Belum Terlaksana

Ekspor perdana ke Luar Negeri di Pelabuhan Samudera akan dilaksanakan pada 21 Oktober lalu, hingga saat ini wacana tersebut tak kunjung terlaksana.

TRIBUNJAMBI/ABDULLAH USMAN
Pemerintah Lirik Pelabuhan Samudra Jadi Pintu Masuk Ekspor Impor Komoditi Tanjabtim 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Sempat diwacanakan pelaksanaan ekspor perdana ke luar negeri di Pelabuhan Samudera akan dilaksanakan pada 21 Oktober lalu, hingga saat ini wacana tersebut tak kunjung terlaksana.

Pemerintah Kabupaten Tanjabtim bersama pihak Pelindo, sebelumnya merencanakan akan kembali mengaktifkan pelabuhan Samudera yang berada di Kelurahan Singkep Kecamatan Sabak Barat. 

Rencananya pelabuhan tersebut akan digunakan sebagai pelabuhan ekspor komoditi kelapa dalam ke luar Negeri. Sempat dijadwalkan akan dimulai pada 21 Oktober lalu, namun tertunda, dan kembali dijadwalkan pada bulan November dan juga masih belum terealisasi hingga saat ini. 

Kabag Ekonomi setda Tanjabtim, Awaludin menuturkan, terkait penundaan ekspor oernada melalui pelabuhan Samudera tersebut bukan sepenuhnya menjadi wewenang Pemerintah Daerah. Dalam artian ada beberapa tupoksi dan wewenang yang memang dimiliki oleh pihak Pelabuhan yakni Pelindo. 

"Rencana awal memang pada bulan Oktober kita akan melakukan ekspor perdana, namun pihak pelabuhan masih banyak fasilitas pendukung yang belum siap. Sehingga ditunda hingga bulan November dan ternyata masih ada kendala juga,” ujarnya, Rabu (15/12/2021).

"Kalo sejauh ini untuk kesiapan dari Pemda sudah clear semua. Hanya saja kesiapan operator yang dari Pelindo nya yang belum,” tambah Awal

Lanjutnya, Pemda sendiri pada dasarnya siap membantu apapun yang diperlukan dalam pelaksanaan tersebut. Namun untuk keputusan dan lainnya tetap miliki Pelindo sebagai penguasa pelabuhan nyari. 

"Mudah mudahan dalam waktu dekat ini ekspor perdana di pelabuhan tersebut dapat segera terlaksana,” jelas Awal. 

Diberitakan sebelumnya, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Tanjabtim, Awaludin mengatakan, ada beberapa hal yang mengakibatkan ekspor perdana tersebut tertunda dilaksanakan pada 21 Oktober.

Salah satunya terkait dengan kesiapan sarana dan prasarana Pelabuhan Muara Sabak yang menjadi domainnya PT. Pelindo bersama anak perusahaannya PTP.

"Semulanya mobil kren yang dianggap sudah siap, ternyata saat pengecekan terakhir mobil tersebut masih belum siap, dan masih perlu perbaikan. Jadi butuh waktu untuk melakukan perbaikan," ujarnya.

Selain itu penyebab lainnya, terkait dengan belum finalisasi kontrak pihak PTP atau Pelindo dengan PT. Pulau Laut Jakarta Line sebagai perusahaan pemilik kapal yang membawa barang-barang ekspor.

"Pasalnya, masih ada item-item kontrak yang belum terselesaikan. Meskipun begitu, bukan berarti kegiatan ekspor via Pelabuhan Muara Sabak tidak jadi dilaksanakan, hanya saja untuk sementara ditunda,” jelasnya. 

"Untuk rencana agro apa yang akan diekspor, sesuai dengan yang sudah diidentifikasi adalah buah kelapa dalam. Informasinya, untuk eksportirnya perusahaan yang ada di Jambi, dan kelapa itu akan diterima oleh perusahaan yang di China," tambahnya.

Baca juga: Program PTSL Sertifikat Tanah, BPN Tanjabtim Targetkan 18 Ribu Tanah Bersertifikat Tahun Ini

Baca juga: Melalui Pelabuhan Samudera, Pemkab Tanjabtim Buka Peluang Ekspor Baru

Baca juga: Ekspor Perdana Kelapa di Pelabuhan Samudra Tertunda, Ini Kata Setda Tanjabtim

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved