Breaking News:

Berita Tanjabtim

Ekspor Perdana Kelapa di Pelabuhan Samudra Tertunda, Ini Kata Setda Tanjabtim

Rencana pelaksanaan ekspor kelapa di Pelabuhan Samudra pada tanggal 21 Oktober 2021 lalu batal.

Tribunjambi/Abdullah Usman
Sebuah kapal menarik tongkang. Pelabuhan Samudra ini akan memulai aktivitas ekspor komoditi agro baik itu kelapa maupun pinang yang akan dimulai pada bulan Oktober mendatang. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Rencana pelaksanaan ekspor kelapa di Pelabuhan Samudra pada tanggal 21 Oktober 2021 lalu batal.

Pemanfaatan Pelabuhan Samudra, yang berada di Kelurahan Singkep, Kecamatan Sabak Barat tersebut sudah lama diwacanakan.

Bahkan Pemerintah Kabupaten Tanjabtim sudah menjadwalkan pada tanggal 21 Oktober 2021 lalu bertepatan dengan HUT Kabupaten Tanjabtim akan dilakukan ekspor perdana.

Hanya saja wacana tersebut belum bisa terlaksana oleh beberapa kendala, termasuk kesiapan dari pihak pelabuhan dalam menunjang prasarana guna pelaksanaan ekspor yang bertaraf Internasional tersebut.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Tanjabtim, Awalludin mengatakan, ada beberapa hal yang mengakibatkan ekspor perdana tersebut batal dilaksanakan.

Salah satunya terkait dengan kesiapan sarana dan prasarana Pelabuhan Muara Sabak yang menjadi domainnya PT. Pelindo bersama anak perusahaannya PTP.

"Semulanya mobil kren yang dianggap sudah siap, ternyata saat pengecekan terakhir mobil tersebut masih belum siap, dan masih perlu perbaikan. Jadi butuh waktu untuk melakukan perbaikan," ujarnya, Minggu (24/10/2021).

Selain itu penyebab lainnya, terkait dengan belum finalisasi kontrak pihak PTP atau Pelindo dengan PT. Pulau Laut Jakarta Line sebagai perusahaan pemilik kapal yang membawa barang-barang ekspor.

"Pasalnya, masih ada item-item kontrak yang belum terselesaikan. Meskipun begitu, bukan berarti kegiatan ekspor via Pelabuhan Muara Sabak tidak jadi dilaksanakan, hanya saja untuk sementara ditunda, " jelasnya.

"Untuk rencana agro apa yang akan diekspor, sesuai dengan yang sudah diidentifikasi adalah buah kelapa dalam. Informasinya, untuk eksportirnya perusahaan yang ada di Jambi, dan kelapa itu akan diterima oleh perusahaan yang di China," tambahnya.

Lanjutnya, pihaknya juga sudah menggelar rapat yang dilakukan belum lama ini, terkait administrasi dengan pihak Bea Cukai tidak ada masalah lagi. Karena semua proses sudah melalui digitalisasi, jadi prosesnya sudah tidak memerlukan waktu yang lama. Dan seluruh pihak Bea Cukai yang ada di Jambi juga mensupport penuh terkait ekspor tersebut.

"Syahbandar KSOP Muara Sabak juga mensupport penuh yang berkolaborasi dengan TKBM. Sebab sebelumnya terkait dengan buruh TKBM yang menjadi kendala, karena upah buruh TKBM yang ada di Sabak ini mahal, jadi mereka sudah setuju dan mengalah dulu, yang penting ekspor Pelabuhan Muara Sabak sukses," tandanya.

Baca juga: Pemerintah Provinsi Jambi Melepas Ekspor Perdana 18 Ton Pinang ke Arab Saudi

Baca juga: Ekspor di Pelabuhan Samudra Tanjab Timur Segera Dimulai, Ini Fasilitas yang Harus Dilengkapi

Baca juga: Pelabuhan Samudra di Tanjab Timur Siap Ekspor Kelapa Mulai Oktober

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved