Breaking News:

Ekspor di Pelabuhan Samudra Tanjab Timur Segera Dimulai, Ini Fasilitas yang Harus Dilengkapi

Pemerintah perlu menyiapkan sarana prasarana agar pengoperasian Pelabuhan Samudera Muara Sabak di Tanjab Timur bisa maksimal.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Abdullah Usman
Sebuah kapal menarik tongkang. Pelabuhan Samudra ini akan memulai aktivitas ekspor komoditi agro baik itu kelapa maupun pinang yang akan dimulai pada bulan Oktober mendatang. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Jelang diaktifkannya Pelabuhan Samudera Muara Sabak, ada beberapa persiapan dan hal yang harus dilengkapi Pemerintah sehingga pengoperasiannya dapat maksimal.

Dalam melakukan perlengkapan sarana dan prasarana di Pelabuhan tersebut, tentu tidak dapat dilakukan hanya melalui satu instansi atau satu sektor saja. Untuk itu diperlukan sinergi dari beberapa unsur dan pihak terkait, baik dari Dinas Karantina Pertanian, Dinas Perindag, Bea Cukai dan Pelindo. 

"Dari hasil pembahasan bersama masing masing pihak tadi sepakat untuk bekerja sama, paling tidak di tahun ini kegiatan ekspor di pelabuhan tadi bisa dilakukan, " ujar Awaluddin Kabag SDA dan Ekonomi Tanjabtim,  Jumat (19/9/2021). 

Untuk mewujudkan itu semua, ada beberapa catatan dan kendala yang dihadapi saat ini yakni terkait infrastruktur di pelabuhan itu sendiri, termasuk sarpras yang ada di sana. Dimana itu merupakan kewajiban bagi pihak Pelindo. 

Selain itu juga, terkait jalan akses menuju Pelabuhan Samudera tadi baik dari Jambi maupun dari Kuala Tungkal yang perlu diperhatikan. Ditambah jalan penghubung yang berada di kelurahan Singkep menuju Pelabuhan dimana saat ini jalan tersebut dalam proses peralihan status dari Provinsi ke Nasional. 

"Namun yang menjadi permasalahan utamanya bagaimana cara untuk menarik penjual (pemilik barang) dan merubah pandangan mereka bahwa jika mereka menjual barang secara langsung di Pelabuhan akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar daripada melalui pedagang perantara, " sebutnya.

Baca juga: Pelabuhan Samudra di Tanjab Timur Siap Ekspor Kelapa Mulai Oktober

Baca juga: Dua Warga Tanjab Barat Ditemukan Tewas Dalam Kapal, Pemilik Kapal Buka Fakta Sebenarnya

Baca juga: Tangis Susanti Pecah, Guru Honorer di Tebo Terharu Rumahnya Dibangun TNI

Dikatakan Awal, namun untuk tahap awal ini untuk ekspor hasil perkebunan pihaknya masih akan fokuskan pada komoditi kelapa dalam bukan pinang. Karena pertimbangan efisien dan ketersedian fasilitas yang ada saat ini. 

"Karena proses pengolahan kelapa lebih mudah daripada pinang, yang harus diproses dulu di jambi baru bisa dimasukkan ke kontainer. (Proses hilirisasinya masih ribet), jelasnya. (usn) 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved