Minggu, 26 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Menikmati Hidup Milik Tuhan

Bacaan ayat; Galatia 5:24 (TB) Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya

Editor: Suci Rahayu PK
Freepik.com
Ilustrasi Bahagia dan Senang 

Syarat mutlak yang dapat membebaskan adalah pihak tersebut harus mampu membeli dengan lunas dan memberikan kesempatan kedua kepada manusia yang diperbudak dosa untuk menata ulang kehidupan.

Upaya sendiri tidak pernah memberikan jaminan untuk bebas dari perbudakan dosa. Kebaikan hidup tidak pernah bisa menyelesaikan persoalan dosa.

Hutang tidak akan lunas dengan berhenti berhutang. Hutang hanya akan lunas dengan dibayar.

Yesus Kristus berkarya untuk menyelamatkan dengan cara mati di kayu salib untuk membayar lunas hutang dosa yaitu kematian.

Kematian-Nya satu kali dan membebaskan mereka yang percaya dari perbudakan dosa.

Dosa dengan segala perilaku kehidupan yang jahat telah dipakukan di kayu salib dan hutang dosa pun sudah lunas dibayar.

Konsekuensinya, terjadi perubahan status kepemilikan. Mereka yang menyatakan percaya menjadi milik Kristus.

Kehidupan yang dijalani berikutnya bukan lagi milik diri sendiri yang cenderung melakukan dosa, namun telah menjadi milik Kristus untuk diperlengkapi dengan perbuat-perbuatan yang baik dan benar.

'Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.', demikian Paulus menarik kesimpulan.

Maka sudah seharusnya hidup diwarnai dengan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Inilah buah yang nampak dalam kehidupan orang percaya.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Karya Penyelamatan yang Berkelanjutan

Hari ini kita telah dibebaskan dari perbudakan dosa. Masihkah dosa memperbudak kita?

Ingat, bahwa kehidupan yang kita jalani bukanlah milik kita lagi.

Kehidupan kita adalah milik Tuhan dalam Yesus Kristus. Sudah seharusnya kehendak-Nya yang kita taati, bukan ego kita sendiri.

Setiap kali hendak berbuat sesuatu, mulailah dengan pertanyaan: Apakah ini sesuai dengan kehendak Tuhan?

Jadikanlah kasih sebagai gaya hidup. Itu berarti kita sedang menikmati kesempatan kedua yang Allah berikan.

Amin

Renungan oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved