Peringatan Keras Jokowi ke Kapolri: Kapolda Tak Bisa Kawal Investasi, Ganti!
Presiden Joko Widodo menegaskan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk mengganti Kapolda yang tidak bisa mengawal investasi.
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk mengganti Kapolda yang tidak bisa mengawal investasi.
Itu disampaikan Presiden Jokowi saat memberi pengarahan pada Kepala Satuan Wilayah Tahun 2021, Jumat (3/12/2021).
“Saya juga sudah titip ke Kapolri, Kapolda yang tidak bisa menjaga sama, diperingatkan, kalau memang sulit tidak bisa mengawal, tidak bisa menyelesaikan yang berkaitan dengan agenda besar negara kita, ya maaf. Saya memang enggak bisa ngomong keras, tapi ya sudah, enggak bisa dia, ganti!” kata Jokowi tegas.
Sebab, menurut Jokowi, motor penggerak dari pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah investasi.
“Tahun ini target Rp900 triliun, tahun 2022 targetnya Rp1.200 triliun. Saya hanya ingin titip kepada jajaran Polri dari pusat sampai ke daerah, kawal dan jaga betul yang namanya investasi, karena kunci kita di sini bukan di APBN,” kata mantan Gubernur DKI itu.
“Supaya tahu, APBN itu hanya mempengaruhi kurang lebih 18 sampai 15 persen dari pertumbuhan ekonomi yang kita miliki. Jangan keliru, artinya apa? 85 persen perputaran uang, pertumbuhan ekonomi itu ada di swasta dan BUMN,” sambungnya.
Baca juga: Jokowi ke Polri: Gigit Siapa Pun, Jangan Pandang Bulu
Karena itu, Jokowi meminta, jika ada yang mengganggu dalam urusan investasi, jajaran Polri harus bertindak.
“Kawal dan dampingi, agar setiap investasi itu betul-betul bisa direalisasikan,” kata Jokowi.
“Karena kunci penggerak ekonomi kita ada di situ. Dan sekarang ini, alhamdulillah. Ini dari yang tahun 2021, investasi itu tidak hanya di Jawa saja, di luar Jawa sudah lebih besar.”
Berdasarkan catatannya, Jokowi mengatakan, investasi di Jawa berada di angka 48 persen, sementara investasi di luar Jawa mencapai 51,7 persen.
Baca juga: China Terang-terangan Ingin Rebut Laut Natuna Utara, Kenapa Pemimpin Indonesia Diam?
“Sudah lebih banyak di luar Pulau Jawa. Artinya, pergeseran ini bagus. Dulu, lebih dari 60 persen itu ada di Jawa. Ini bagus (investasi juga terjadi di luar pulau Jawa). Jaga, sekali lagi, jaga yang namanya investasi,” pinta Jokowi.
“Investasi yang sudah ada, investasi yang baru berproses, maupun investasi yang baru datang, jaga.”
Berita ini telah tayang di Kompas.tv