Breaking News:

Terduga Teroris Ditangkap

Dua Terduga Teroris Jaringan JI di Luwu Timur Bertugas Siapkan Tempat dan Jaga Senjata

Dua terduga terosis yang berhasil ditangkap di Luwu Timur adalah jaringan Jamaah Islamiyah. Mereka mempunyai peran menyiapkan tempat pertemuan

Editor: Rahimin
KOMPAS.com/Tatang Guritno
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menunjukan gambar terduga pelaku terorisme yang ditangkap di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Dua Terduga Teroris Jaringan JI di Luwu Timur Bertugas Siapkan Tempat dan Jaga Senjata 

TRIBUNJAMBI.COM - Dua terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan mempunyai peran masing-masing.

AFB dan AAM, dua terduga teroris ini merupakan jaringan Jamaah Islamiyah (JI).

AFB dan AAM, kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, merupakan anggota toliyah JI dan menjalankan dua peran.

“Mereka bertugas mempersiapkan tempat untuk pertemuan atau tempat untuk penginapan tamu, dan anggota kelompok ini yang berasal dari luar Sulawesi,” katanya saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (1/12/2021).

Dikatakan Brigjen Rusdi Hartono, tugas mereka berikutnya adalah menyimpan dan menjaga senjata.

“Mereka juga bertugas menyimpan dan mengamankan senjata milik kelompok JI di wilayah Sulawesi,” kata Brigjen Rusdi Hartono.

Data dari  Densus 88 Antiteror Polri, AFB pernah mengikuti kegiatan JI pada 2003 dan 2006 di Pulau Bulak Bulu, Teluk Bone, Sulawesi Selatan.

Di mana, dalam kegiatan itu, kata Brigjen Rusdi Hartono, AFB menggunakan senjata api M16.

AFB juga diketahui mendapat dua kiriman senjata api dari anggota teroris lain yaitu AFC dan Baby M16.

“Yang mana pada 2011 sampai 2012, senjata api tersebut digunakan untuk anggota JI guna pelatihan di Kolaka, Sulawesi Tenggara,” ujar Brigjen Rusdi Hartono.

Sementara, AAM dicatat pernah mencoba senjata M16 di Teluk Bone, Sulawesi Selatan pada 2003, melakukan survei pelatihan anggota JI pada 2004.

“Tahun yang sama, menerima 1 pucuk senjata jenis UZI,” kata Brigjen Rusdi Hartono.

Peran AAM, kata Brigjen Rusdi Hartono, pada 2006 diketahui membuat penyimpanan senjata melalui gorong-gorong.

“Itu beberapa catatan dari Densus 88 sehingga tanggal 24 dan 26 November dilakukan penangkapan,” pungkas Brigjen Rusdi Hartono.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Baca juga: Lagi, Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 2 Terduga Teroris Jaringan JI di Luwu Timur

Baca juga: Penangkapan Terduga Teroris Selanjutnya Bakal Menggegerkan Publik, Aswin: Masih Banyak

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved