Selasa, 2 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Covid-19 Varian Omicron Buat Dunia Cemas, Pakar UGM Angkat Bicara

Dunia barat tengah dibuat gaduh dengan Covid-19 varian Omicron asal Afrikan Selatan yang disebut lebih berbahay dari varian Delta.

Tayang:
Editor: Teguh Suprayitno
SHUTTERSTOCK/RUKSUTAKARN studio
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNJAMBI.COM, YOGYAKARTA - Dunia tengah dibuat gaduh dengan Covid-19 varian Omicron asal Afrikan Selatan yang disebut lebih berbahay dari varian Delta.

Pakar Genetika di Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan varian Omicron asal Afrikan Selatan belum terbukti lebih menular dan berbahaya dari varian Delta.

Menurut Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM, dr. Gunadi, saat ini varian Omicron masih dalam penelitian Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

“Belum ada bukti yang kuat. Yang ada buktinya adalah reinfeksi (infeksi ulang Covid-19), tapi itupun masih minimal buktinya,” ujar Gunadi seperti dikutip dalam laman resmi UGM, Selasa (30/11/2021).

Meski masih minim penelitian tentang varian ini, Gunadi sepakat dengan rekomendasi WHO yang menyarankan agar masyarakat tetap wasapada dengan varian baru tersebut.

“Tetap diminta waspada oleh WHO,” tambahnya.

Gunadi juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak khawatir berlebihan dan mendorong untuk terus waspada terhadap varian Omicron.

Pasalnya, hingga kini varian Omicron belum terdeteksi di tanah Air dan segala antisipasi pencegahan telah dilakukan pemerintah.

Baca juga: Waspada Varian Omicron Varia Baru Covid-19, Kemungkinan Penularannya Lebih Cepat

Termasuk pembatasan warga negara asing (WNA) dari sejumlah negara di dunia.

“Masyarakat sebaiknya tetap waspada tapi tidak perlu khawatir berlebihan. Apalagi pemerintah sudah melakukan langkah-langkah preventif termasuk menutup bandara untuk WNA dari negara dimana varian omicron terdeteksi,” katanya.

Kendati demikian, pencegahan juga perlu dilakukan oleh masyarakat dengan cara disuntik vaksin Covid-19 dan menerapkan protokol kesehatan.

Terlebih, menurutnya, vaksin dan  penerapan protokol kesehatan ketat menjadi kunci dalam mencegah penularan tiap ada varian baru Covid-19.

Bahkan, Gunadi tetap yakin keduanya sebagai cara efektif untuk mencegah infeksi varian Omicron.

Apalagi belum terbukti bahwa Omicron kebal terhadap vaksin.

“Sampai sekarang belum ada bukti yang menyatakan bahwa vaksin tidak efektif untuk omicron. Perlu waktu utk membuktikannya,” katanya.

Baca juga: Masyarakat Diminta Jangan Panik Setelah Muncul Omicron Varian Baru Virus Corona

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved