Berita Batanghari
Mahasiswa KKN di Batanghari Minta Maaf Usai Bayar Denda Adat Karena Hina Desa Kubu Kandang
Sejumlah mahasiswa KKN mengucapkan kata-kata celaan terhadap nama Desa Kubu Kandang, Pemayung, Batanghari meminta maaf usai denda bayar adat.
Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan sejumlah mahasiswa mengucapkan kata-kata celaan terhadap nama Desa Kubu Kandang.
Desa ini berada Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari kini telah menyampaikan permintaan maaf.
Video berdurasi sekitar 16 detik diunggah akun Instagram @Infobatanghari tiga hari yang lalu.
Video mempertontokan sejumlah mahasiswa yang sedang berbelanja di minimarket.
Secara jelas di video menyebutkan kalimat cercaan seraya bercanda ke teman-teman mahasiswa lainnya.
Video pencemaran nama baik Desa Kubu Kandang itu menyebabkan masyarakat tidak terima.
Diketahui, mahasiswa tersebut telah usai menjalani kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Kubu Kandang yang dimulai sejak 22 Oktober 2021 lalu yang berjumlah 15 orang mahasiswa.
Usai viral di media sosial, akhirnya dikenakan sanksi adat kepada mahasiswa itu.
Baca juga: Mobil Minibus PNS Batanghari Terbakar di Tembesi, Korban dan Anaknya Panik Selamatkan Diri
sanksi ini dikenakan setelag melalui musyawarah desa.
Mahasiswa KKN (kuliah kerja nyata) asal perguruan tinggi di Jambi sampaikan permintaa maaf terhadap masyarakat Desa Kubu Kandang.
“Mahasiswa KKN Posko sembilan di Desa Kubu Kandang menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Desa Kubu Kandang dan masyarakat Kabupaten Batanghari,” ucap satu diantara mahasiswa di Kantor Desa Kubu Kandang dengan lantang, Rabu (23/11/2021) malam hari.
Dia menyebut postingan video yang telah beredar, direkam pada Jumat (22/10/2021).
Saat itu merupakan hari pelepasan KKN ke Desa Kubu Kandang Kecamatan Pemayung.
“Sebagai mahasiswa perguruan tinggi di Jambi mengucapkan maaf atas sikap dan ucapan kami yang mencoreng nama baik almamater kami,” katanya.
Dia mengaku situasi ini benar-benar di luar dugaan dan kendali, terus terang mereka tidak bermaksud mencela nama desa sedikit pun.